Perut bawah sakit saat hamil trimester 3

TRIBUNNEWS.COM - Bagi Anda yang sedang hamil dan memasuki trimester ketiga, perut kencang dan sakit sering dirasakan.

Perut kencang dan sakit saat hamil trimester ketiga bisa dikatakan wajar, namun Anda tetap harus waspada.

Disebut wajar karena pertumbuhan janin makin membesar di trimester ketiga.

Anda perlu waspada bila rasa kencang dan sakitnya sudah tak lagi tertahankan.

Pada kehamilan trimester ketiga, berat janin sudah lebih dari 1 kilogram dengan panjang sekitar 38 cm.

Namun, jika Anda merasakan perut kencang dan sakit berkali-kali saat usia kehamilan trimester ketiga, hal ini bisa saja terjadi kontraksi palsu.

Dalam hal ini, sudah banyak dokter kandungan yang mengedukasi para ibu untuk tetap tenag jika merasakan di hamil trimester ketiga perut kencang dan sakit.

Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk meredakan perut kencang dan sakit saat usia kehamilan menginjak trimester ketiga?

Nakita.id melalui Baby Center meringkas hal apa-apa saja yang bisa meringankan perut kencang dan sakit selama hamil trimester ketiga.

Lanjut ke halaman berikutnya

Sakit perut bagian bawah adalah gejala kehamilan yang bisa membuat Anda khawatir, terutama saat hamil tua. Untuk mengetahui cara mengatasi sakit perut bagian bawah saat hamil tua, Anda harus tahu dulu penyebabnya. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh nyeri ligamen, penumpukan gas, hingga infeksi saluran kemih.

Cara mengatasi sakit perut bagian bawah saat hamil tua berdasarkan penyebabnya

Cara mengatasi sakit perut bagian bawah saat hamil tua didasari penyebabnya

Sakit perut bagian bawah saat hamil tua dianggap sebagai gejala kehamilan yang umumnya terjadi saat mengandung.

Anda akan mengalami banyak perubahan selama janin berkembang di dalam rahim. Hasilnya, keluhan ibu hamil berupa rasa nyeri seperti sakit perut bagian bawah pun terjadi.

Karena terasa tidak nyaman, Anda perlu memahami apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Berikut adalah cara mengatasi sakit perut bagian bawah saat hamil tua berdasarkan penyebabnya:

1. Nyeri ligamen

Ligamen di panggul yang menahan rahim akan meregang saat perut Anda membesar. Ditambah lagi, kehamilan dapat memberikan tekanan ekstra pada ligamen ini. 

Nyeri ligamen paling sering terjadi pada trimester kedua atau ketiga, terutama saat Anda bergerak terlalu cepat.

Selain itu, perut kencang dan sakit saat hamil tua juga bisa terjadi karena bayi bergerak di dalam rahim.

Bagi Anda yang mengalami nyeri ligamen, cobalah untuk memperlambat gerakan saat ingin berdiri atau duduk. Jangan lupa untuk melakukan peregangan tubuh atau berlatih yoga.

Saat harus melakukan gerakan mendadak, seperti batuk atau bersin, condongkan punggung ke depan perlahan-lahan untuk mengurangi ligamen yang terasa tertarik di sekitar rahim.

2. Penumpukan gas

Tingginya kadar hormon progesteron saat kehamilan bisa membuat otot usus relaksasi. Hal ini menyebabkan munculnya kadar gas berlebih di dalam perut bumil.

Mendekati masa persalinan, produksi gas di dalam tubuh juga akan meningkat. Sebab, rahim yang membesar akan memberikan tekanan pada organ dalam tubuh sehingga memperlambat proses pencernaan.

Untuk perut bagian bawah sakit saat hamil 9 bulan ini, cobalah perhatikan porsi makan yang Anda santap. Kalau bisa, makanlah dengan porsi yang sedikit, tetapi sering. 

Selain itu, hindari makanan yang bisa meningkatkan produksi gas di dalam tubuh. Jangan lupa juga untuk melakukan olahraga ringan untuk melancarkan pencernaan.

3. Sembelit

Menurut riset dari Obstetrics and Gynecology, hampir seperempat wanita hamil akan mengalami perut bagian bawah sakit saat hamil 9 bulan berupa sembelit. 

Konstipasi saat hamil ini dapat disebabkan oleh kurangnya asupan serat dan cairan, penggunaan suplemen zat besi berlebihan, hingga fluktuasi hormon.

Cara mengatasi sakit perut bagian bawah saat hamil tua akibat sembelit cukup beragam. Anda bisa minum lebih banyak cairan, mengonsumsi makanan dalam porsi yang lebih sedikit tetapi sering, meningkatkan asupan serat, hingga berolahraga ringan.

Jika sembelit sering terjadi, dokter juga bisa meresepkan obat-obatan pelunak feses yang aman bagi bumil.

4. Infeksi saluran kemih

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan perut bagian bawah sakit saat hamil 9 bulan. Perlu diketahui, infeksi ini sering dirasakan oleh ibu hamil dan dapat diobati.

Baca Juga

  • Ini Cara Mengetahui Posisi Bayi dalam Perut dengan Belly Mapping
  • Ciri-ciri Hamil Anak Perempuan, Kenali Mitos Tak Perlu Lagi Dipercaya
  • Hamil 11 Minggu, Seperti Apa Perkembangan Kondisi Janin dan Ibu?

Selain sakit perut bagian bawah, gejala infeksi saluran kemih bermacam-macam, mulai dari demam, urine keruh dan berbau tak sedap, rasa sakit saat kencing, sering kencing, hingga kelelahan. 

Untuk mengobati infeksi saluran kemih sebagai cara mengatasi sakit perut bagian bawah saat hamil tua, dokter bisa meresepkan obat-obatan antibiotik.

5. Kontraksi Braxton-Hicks

Minum air putih yang lebih banyak bantu kurangi sakit perut akibat kontraksi palsu

Kontraksi Braxton-Hicks sering kali dirasakan pada trimester ketiga menjelang persalinan. Kontraksi ini juga dikenal dengan sebutan kontraksi palsu atau kontraksi pemanasan untuk menjelang persalinan. 

Waspadalah, kontraksi Braxton-Hicks pun juga bisa menyebabkan sakit perut bagian bawah saat hamil tua.

Bagi Anda yang mengalaminya, cara mengatasi sakit perut bagian bawah saat hamil tua adalah dengan minum lebih banyak air dan jangan berdiam diri terlalu lama dalam satu posisi.

6. Berkembangnya janin

Pada trimester kedua atau ketiga, tubuh janin akan semakin membesar.

Jadi, tidak heran kalau Anda akan merasakan perut bagian bawah sakit saat hamil 9 bulan dan kandung kemih yang nyeri.

Anda juga bisa merasakan kulit yang meregang sehingga rasa tidak nyaman pun datang.

Cara mengatasi sakit perut bagian bawah saat hamil tua yang akan direkomendasikan dokter adalah dengan menggunakan sabuk kehamilan yang bisa menyangga perut.

Anda juga boleh menggunakan legging hamil agar lebih nyaman. Saat tidur, usahakan juga untuk menggunakan bantal kehamilan.

7. Solusio plasenta

Solusio plasenta adalah kondisi plasenta sudah terlepas dari rahim sebelum waktunya. Gejala utama dari solusio plasenta adalah perdarahan dari vagina.

Kondisi ini juga dipercaya bisa menyebabkan perut bumil terasa sakit.

Jika kondisinya tidak terlalu parah dan detak jantung janin masih stabil, dokter akan meminta Anda untuk menjalani rawat inap.

Setelah perdarahannya berhenti, Anda boleh beristirahat di rumah.

Baca Juga

  • Tanda Awal Kehamilan yang Wajib Anda Ketahui
  • Hamil dan Melahirkan Saat Pandemi Virus Corona, Ini Persiapan yang Harus Dilakukan
  • Surogasi, Fenomena Ibu Pengganti yang Menyewakan Rahimnya

Jika terpaksa harus melakukan cara mengatasi sakit perut bagian bawah saat hamil tua berupa persalinan dini, dokter akan meresepkan obat-obatan untuk mematangkan paru-paru janin dan melindungi otaknya.

Perlu diingat, jika kondisinya sudah parah, dokter bisa melakukan persalinan Caesar segera untuk menyelamatkan janin.

Transfusi darah mungkin diperlukan jika terjadi perdarahan berat.

8. Ingin buang air kecil

Perut bagian bawah sakit saat hamil 9 bulan kerap terjadi karena usia kehamilan yang semakin tua.

Hal ini tentu menyebabkan bayi semakin mengarah ke jalan lahir. Akibatnya, kandung kemih pun tertekan sehingga sering buang air kecil.

Catatan dari SehatQ

Apa pun penyebabnya, sakit perut bagian bawah saat hamil tua sebaiknya Anda periksakan ke dokter.

Dengan begitu, dokter dapat mendiagnosis penyebabnya dengan akurat dan memberikan penanganan yang tepat.

Bagi Anda yang ingin tahu lebih lanjut mengenai cara mengatasi sakit perut bagian bawah saat hamil tua, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga

  • Air Ketuban Pecah, Ini Ciri-Ciri dan Cara Terbaik untuk Menanganinya
  • Tetap Aman dan Nyaman, Ini Gaya Bercinta Saat Hamil Tua
  • 7 Komplikasi Kehamilan Ini Wajib Anda Perhatikan

Kenapa ibu hamil tua sering nyeri perut bagian bawah?

Saat hamil 9 bulan, pertumbuhan janin sudah sempurna, termasuk beratnya. Akibat pertumbuhan dan berat janin ini, rahim akan meregang. Pada kondisi ini, Bunda bisa merasakan sakit perut di bagian bawah. Selain itu, pertumbuhan janin juga akan menekan organ di sekitar panggul Bunda.

Bahayakah sakit perut saat hamil trimester 3?

Jika perut ibu terasa sakit selama trimester ketiga ini, jangan panik dan mengira bahwa inilah pertanda ibu akan melahirkan. Walaupun gejalanya mirip, rasa sakit perut tersebut bisa saja adalah kontraksi palsu, yaitu bukan jenis kontraksi yang timbul ketika jelang persalinan.

Sakit di bagian bawah perut apakah tanda akan melahirkan?

Hal ini merupakan tanda agar Ibu segera melahirkan. Selanjutnya, tanda-tanda Ibu mau melahirkan yaitu terjadi kontraksi yang kuat. Awalnya, kontraksi terasa seperti sakit di area punggung bawah, yang terus-menerus bergeser ke bagian bawah perut. Kejadian ini hampir mirip dengan mulas saat haid.

Kenapa hamil trimester 3 sakit perut bagian bawah?

Nyeri perut bawah saat trimester ketiga dapat diakibatkan beberapa hal berikut: Nyeri akibat rahim yang membesar sehingga mengakibatkan adanya tekanan pada kandung kemih yang berlokasi di bawah perut. Selain itu tekanan pada kandung kemih dapat menyebabkan sering buang air keci dan buang air kecil terasa tidak tuntas.