Larutan elektrolit terbagi menjadi elektrolit lemah dan elektrolit kuat apa?

Ilustrasi penggunaan alat untuk menentukan jenis larutan elektrolit. Foto: iStock

Larutan elektrolit dapat mengalami reaksi ionisasi atau terurai menjadi ion-ion bebas. Berdasarkan kuat lemahnya hantaran listrik, reaksi ionisasi larutan elektrolit terbagi menjadi dua, yaitu elekrolit kuat dan elektrolit lemah.

Dikutip dari Cara Mudah Belajar Kimia oleh Sutardi, larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.

Menurut seorang ahli kimia asal Swedia, Svante August Arrhenius, larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena zat elektrolit yang terlarut dalam larutannya terurai menjadi ion-ion bermuatan listrik yang selalu bergerak bebas. Ion-ion inilah yang sebenarnya menghantarkan arus listrik melalui larutannya.

Karena ion-ion dalam larutan berperan menghantarkan arus listrik, daya hantar listrik suatu larutan sangat tergantung pada derajat ionisasi dari zat terlarutnya. Derajat ionisasi dilambangkan dengan α (alpha).

Suatu zat yang dilarutkan dalam air dan terionisasi seluruhnya, sehingga mempunyai daya hantar listrik yang kuat, disebut sebagai elektrolit kuat.

Sementara itu, suatu zat yang dilarutkan dalam air dan hanya terionisasi sebagian, sehingga mempunyai daya hantar listrik yang lemah, disebut sebagai elektrolit lemah.

Elektrolit kuat dapat mengalami reaksi ionisasi sempurna, sedangkan elektrolit lemah akan terionisasi sebagian. Untuk memahami lebih jelas mengenai reaksi ionisasi larutan elektrolit ini, simak pembahasan berikut.

Reaksi Ionisasi Larutan Elektrolit

Dikutip dari Siap Menghadapi Ujian Nasional 2010 Kimia SMA/MA oleh Das Salirawati dkk., berikut penjelasan mengenai reaksi ionisasi elektrolit kuat dan reaksi ionisasi elektrolit lemah.

1. Reaksi Ionisasi Elektrolit Kuat

Ilustrasi senyawa kimia HCl. Foto: iStock

Reaksi ionisasi elektrolit kuat merupakan reaksi berkesudahan. Dalam larutan tidak ada lagi molekul elektrolit yang netral, semua telah diubah menjadi ion-ion. Larutan elektrolit kuat memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Larutan elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang baik atau kuat.

  2. Dalam larutan terionisasi sempurna (seluruhnya berubah menjadi ion-ion).

  3. Jumlah ion dalam larutan sangat banyak.

  4. Harga derajat ionisasi mendekati 1 (harga α = 1).

Berikut contoh penulisan reaksi ionisasi elektrolit kuat.

Basa : Ba(OH)2 → Ba2+ + 2 OH

Garam : Na2CO3 → 2 Na+ + CO3-

2. Reaksi Ionisasi Elektrolit Lemah

Ilustrasi senyawa kimia NH4OH. Foto: iStock

Reaksi ionisasi elektrolit lemah merupakan reaksi keseimbangan karena elektrolit hanya terionisasi sebagian, sehingga dalam larutan masih ada molekul-molekul elektrolit yang netral.

Larutan elektrolit lemah memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Larutan elektrolit lemah mempunyai daya hantar listrik lemah.

  2. Dalam larutan terionisasi sebagian (hanya sebagian kecil senyawa yang membentuk ion).

  3. Jumlah ion dalam larutan sedikit.

  4. Harga derajat ionisasi kurang dari 1 (harga α kecil, yaitu 0 < α < 1).

Berikut contoh penulisan reaksi ionisasi elektrolit lemah.

Asam : CH3COOH ⇋ CH3COO + H+

Basa : NH4OH ⇋ NH4+ + OH-