Usaha yang paling tepat untuk menangani sampah organik adalah

Niken Bestari Kamis, 31 Maret 2022 | 08:00 WIB

Usaha yang paling tepat untuk menangani sampah organik adalah

Contoh usaha manusia dalam pengelolaan sampah, salah satunya dengan memisahkan sampah. (Pixabay.)

Bobo.id - Kegiatan industri dan kegiatan sehari-hari manusia akan menghasilkan sampah.

Perlu teman-teman ketahui, dari data riset Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) produksi sampah Indonesia bisa mencapai 175.000 ton per hari!

Jika dihitung, rata-rata satu orang penduduk Indonesia menyumbang sampah sebanyak 0.7kg per hari.

Jika dijumlah dalam setahun, Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 64 juta ton!

Sedihnya, sebagian besar dari sampah tersebut adalah sampah yang sulit diurai.

Sehingga, penting sekali kegiatan pengelolaan sampah di Indonesia untuk mengatasi permasalahan ini.

Yuk, simak contoh usaha manusia untuk mengelola sampah dari yang sederhana hingga kompleks.

Contoh usaha manusia dalam mengelola sampah secara sederhana adalah sebagai berikut. Ini bisa teman-teman tiru di rumah, ya!

1. Pisahkan Sampah Sesuai Dengan Jenisnya

Baca Juga: Contoh Soal dan Pembahasan Materi Pengelolaan Sampah di Lingkungan

Langkah pertama sistem pengelolaan sampah di rumah adalah memisahkan sampah berdasarkan jenisnya.

Secara garis besar sampah terbagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik.


Page 2


Page 3

Usaha yang paling tepat untuk menangani sampah organik adalah

Pixabay.

Contoh usaha manusia dalam pengelolaan sampah, salah satunya dengan memisahkan sampah.

Bobo.id - Kegiatan industri dan kegiatan sehari-hari manusia akan menghasilkan sampah.

Perlu teman-teman ketahui, dari data riset Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) produksi sampah Indonesia bisa mencapai 175.000 ton per hari!

Jika dihitung, rata-rata satu orang penduduk Indonesia menyumbang sampah sebanyak 0.7kg per hari.

Jika dijumlah dalam setahun, Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 64 juta ton!

Sedihnya, sebagian besar dari sampah tersebut adalah sampah yang sulit diurai.

Sehingga, penting sekali kegiatan pengelolaan sampah di Indonesia untuk mengatasi permasalahan ini.

Yuk, simak contoh usaha manusia untuk mengelola sampah dari yang sederhana hingga kompleks.

Contoh usaha manusia dalam mengelola sampah secara sederhana adalah sebagai berikut. Ini bisa teman-teman tiru di rumah, ya!

1. Pisahkan Sampah Sesuai Dengan Jenisnya

Baca Juga: Contoh Soal dan Pembahasan Materi Pengelolaan Sampah di Lingkungan

Langkah pertama sistem pengelolaan sampah di rumah adalah memisahkan sampah berdasarkan jenisnya.

Secara garis besar sampah terbagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sadarkah kamu rata-rata menghasilkan sampah sebanyak 800 gram setiap harinya, berarti dalam setahun kamu menyumbang sampah seberat 292 Kg. Itu hanya sampah yang dihasilkan oleh satu orang loh, terbayangkan berapa banyaknya sampah yang dihasilkan manusia setiap tahunnya? Nah karena itulah pentingnya melakukan pengelolaan sampah di rumah.

Tujuan pengelolaan sampah adalah membuat sampah memiliki nilai ekonomi atau merubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan. Dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, kamu dapat membantu untuk menekan dampak negatif sampah terhadap lingkungan.

Bagaimana sih cara pengelolaan sampah yang benar di rumah? Simak cara melakukannya di bawah ini.

1. Pisahkan Sampah Sesuai Dengan Jenisnya

Langkah pertama sistem pengelolaan sampah di rumah adalah memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Secara garis besar kamu dapat memisahkan sampah menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik.

Siapkanlah dua tempat sampah yang berbeda di rumah yang dikhususkan untuk setiap jenis-jenis sampah. Kalian pasti sudah tahu, sampah organik adalah sampah yang berasal dari alam. Seperti sisa makanan atau daun. Dengan kata lain semua sampah yang dapat terurai dengan mudah adalah sampah organik. Sementara sampah plastik, karet, kaca dan kaleng masuk ke dalam kategori sampah anorganik.

Dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, akan memudahkan kamu untuk memudahkan kamu dalam pengelolaan sampah di rumah kamu pada langkah berikutnya.

Usaha yang paling tepat untuk menangani sampah organik adalah

2. Pengelolaan Sampah Organik

Cara pengelolaan sampah organik yang paling mudah adalah dengan membuatnya menjadi pupuk kompos yang dapat kamu gunakan untuk berkebun. Namun jika kamu tidak suka berkebun atau tidak suka dengan aroma yang ditimbulkan selama pembuatan pupuk kompos, kamu dapat mendonasikan sampah organik ke sahabat yang memiliki hobi berkebun atau penjual tanaman. Karena mereka pasti dengan senang hati menerimanya untuk dibuat menjadi pupuk kompos.

3. Pengelolaan Sampah Anorganik

Sebagian sampah anorganik dapat didaur ulang, seperti kertas, kardus, botol kaca, botol plastik, kaleng dan lainnya. Jika kamu tidak yakin apakah sebuah kemasan makanan dapat didaur ulang atau tidak, kamu dapat memeriksa logo daur ulang pada kemasan makanan tersebut. Jika terdapat logo daur ulang, maka kemasan makanan tersebut dapat didaur ulang. Bawa sampah-sampah anorganik tersebut ke pusat daur ulang sampah terdekat atau kamu juga bisa memberikannya kepada pemulung.

4. Pengelolaan Sampah Berbahaya

Pisahkan sampah-sampah berbahaya untuk dibawa ke pusat daur ulang. Petugas pusat daur ulang pasti tau cara untuk mendaur ulang sampah berbahaya agar tidak merusak lingkungan.

Untuk barang-barang elektronik yang sudah rusak alias menjadi sampah, kamu dapat mengembalikannya ke perusahaan yang memproduksinya. Beberapa perusahaan elektronik menerima barang elektronik bekas untuk mereka daur ulang kembali menjadi produk elektronik baru.

5. Reduce, Reuse and Recycle!

Budayakan gaya hidup Reduce, Reuse and Recycle atau biasa dikenal dengan 3R, dari diri kamu. Biasakan untuk mengurangi pemakaian plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai. Untuk menghemat penggunaan plastik, kamu bisa baca lebih lengkap di artikel lainnya yang membahas diet sampah plastik.

Kemudian jangan lupa memanfaatkan barang bekas agar bisa digunakan kembali. Seperti memanfaatkan botol plastik bekas untuk dijadikan pot tanaman. Itu hanya salah satu contoh saja. Masih banyak lagi barang bekas yang bisa digunakan kembali dengan ide kreatifmu!

Terakhir, jangan lupa untuk selalu mendaur ulang sampah-sampah yang dapat didaur ulang kembali. Dengan membawa sampah tersebut ke pusat daur ulang, seperti yang telah dibahas mengenai pengelolaan sampah anogarnik di atas.

Usaha yang paling tepat untuk menangani sampah organik adalah

Nah sebagai generasi millennial, apakah kalian sudah melakukan lima langkah pengelolaan sampah di rumah kalian demi planet kita tercinta? Jangan lupa hal yang paling mendasar yang harus selalu dilakukan, yaitu selalu membuang sampah pada tempatnya!

Usaha yang paling tepat untuk menangani sampah organik adalah

Bantu kak bsk kumpul

15. Kelompok tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi akar adalah .... a. Ketela pohon, kentang, ubi jalar b. Bawang merah, kunyit, dan stroberi c. … Wortel, lobak dan ketela pohon d. Jahe, ubi jalar, dan bawang merah​

Uraikan fenomena biologis yang terhadi dalam kehidupan manusia, kaitannya dengan kedudukannya dalam dunia flora dan fauna, serta perkembangan biologi … dari masa ke masa​

19. Perhatikan gambar berikut! 5cm 2 cm 6cm Berdasarkan data pengukuran tersebut, besar massa jenis balok tersebut adalah a. 2 g/cm³ b. 0,4 g/cm³ c. 3 … ,4 g/cm³ d. 4 g/cm³​

tugas ipa kelas 9 golongan darah.​

Jawablah pertanyaan pada gambar tersebut!!​

variabel kontrol pada percobaan awan di dalam gelas​

Jawablah pertanyaan yang ada di dalam gambar tersebut!!​

Perhatikan pernyataan berikut! 1.) tangkai bunga 2.) benang sari3.) daun tangkai 4.) Kelapa putik bagian dari bunga yang menunjukkan bunga fertil ditu … njukkan oleh nomor...a. 3b. 1 dan 2c. 2 dan 4d. 1,2,dan 4​

fungsi Ibu tulang pada daun adalah??tolong kakdari tadi sy nyari cuma dptnya tulang daun ajaa yg muncull​