Pada usia berapakah Salahuddin Yusuf Al Ayyubi dilantik menjadi perdana menteri oleh Khalifah Al Adid?

Salahuddin Yusuf Al Ayyubi berhasil menaklukan Al Adid, penguasa terakhir dari Dinasti Fatimiyah pada tahun 1171 M

Pembahasan:

Salahudin Al Ayyubi, atau Salahuddīn Yūsuf bin Ayyūb (lahir di Tikrit tahun 1138 – meninggal di Damaskus tahun 1193) adalah pendiri kesultanan Dinasti Ayubiyyah yang berpusat di Mesir. Dinasti ini pada masa kejayaannya merupakan negara yang paling kuat di Timur Tengah, dan berhasil mengalahkan Pasukan Salib.

Salahudin Al Ayyubi awalnya dikirim ke Mesir pada tahun 1164 bersama pamannya Asaduddin Syirkuh, untuk membantu melawan serangan Pasukan Salib ke negara itu. Di Mesir, Salahudin Al Ayyubi dan pamannya diutus oleh oleh penguasa Suriah, Nuruddin Zanki, untuk membantu Khalifah Al-Adid dari Dinasti Fatimiyyah, dan wazir (perdana menteri) Mesir, Syawar.

Nuruddin Zanki memutuskan membantu Mesir, untuk mendapat sekutu sekutu untuk melawan Pasukan Salib dari Kerajaan Yerusalem yang mengancam Damaskus.  

Namun Syawar yang haus kekuasaan berselisih dengan Syirkuh. Syawar kemudian berbalik bersekutu dengan Raja Amalric I dari Yerusalem, pemimpin Pasukan Salib. Amalric memimpin pasukan ke Mesir pada tahun 1164 dan mengepung Shirkuh di kota Bilbeis. Sebagai tanggapan, Nuruddin Zanki menyerang Tentara Salib untuk membantu Shirkuh. Setelah kemenangan atas Syawar, Syirkuh kemudian menangkap Syawar, dan Khalifah Al-Adid menghukum mati Syawar yang dianggap pengkhianat.  

Syirkuh diangkat sebagai wazir yang baru pada awal tahun 1169. Namun baru beberapa bulan menjabat, dia meninggal dan digantikan oleh Salahuddīn al Ayyubi sebagai wazir.

Salahuddīn al Ayyubi kemudian akan mendirikan dinasti Bani Ayyubiyah setelah meninggalnya Al-Aḍid pada tahun 1171. Selain mendirikan dinasti baru, Salahuddīn al Ayyubi juga menggantikan aliran yang dominan di Mesir, dari aliran Syiah Ismailiah, menjadi Sunni (Ahlussunnah wal Jamaah).

Dinasti Ayyubiyah ini kemudian berhasil mengalahkan Pasukan Salib dan membebaskan Palestina dalam pertempuran Hattin pada 4 Juli 1187, dilanjutkan dengan menaklukkan kota Yerusalem pada 2 Oktober 1187.  

-----------------------------------------------------------------------------------------

Pelajari lebih lanjut:

1. Mengapa Syawar dijatuhi hukuman mati oleh Khalifah Al-Adid?

brainly.co.id/tugas/21101064

2. Salahudin Yusuf Al Ayyubi wafat pada saat berusia….

brainly.co.id/tugas/22868769

Detail Jawaban          

Kode: -      

Kelas: VIII        

Mata Pelajaran: Sejarah              

Materi: Sejarah Kebudayaan Islam      

Kata Kunci: Dinasti Ayyubiyah, Salahuddin Al-Ayyubi  

Pada usia berapakah Salahuddin Yusuf Al Ayyubi dilantik menjadi perdana menteri oleh Khalifah Al Adid?
Salahuddin Al-AyubiPanglima Perang dan Turki SyriaSultan Mesir dan SuriahBerkuasa1171 – 4 Maret 1193Penobatan1174, KairoPendahuluAl-Adid (sebagai khalifah Fatimiyah)Penerus

  • Al-Aziz Utsman (Mesir)
  • Al-Afdal (Suriah)

Lahir1138
Tikrit, Mesopotamia Hulu, Kekhalifahan AbbasiyahWafat4 Maret 1193 – 1137; umur -57–-56 tahun
Damaskus, Suriah, Kesultanan AyyubiyahPemakaman

Masjid Umayyah, Damaskus

Nama lengkap
Jasmin-Nasi Ṣalāḥ al-Dīn Yūsuf Ben Ayūbblis
AyahNajmuddīn AyyūbPasanganIsmaddin KhatanAnak

  • Al-Afdal bin Salahuddin
  • Al-Azizi Usmang
  • Az-Zahra Ghaziyyah

AgamaIslam Sunni (Syafi'i)[1][2][3]

An-Nashir Salahuddin Yusuf Ibn Ayyub (bahasa Kurdi: سەلاحەدینی ئەییووبی, translit. Selahedînê Eyûbî; bahasa Arab: الناصر صلاح الدين يوسف بن أيوب, translit. an-Nāṣir Ṣalāḥ ad-Dīn Yūsuf ibn Ayyūb‎; (c. 1138 - 4 Maret 1193) adalah seorang panglima perang dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit (daerah utara Irak saat ini). Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyyah di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekkah-Medinah Hejaz dan Diyar Bakr Oman Palestina

Ia lebih dikenal dengan nama julukannya yaitu, 'Salah Aladin al-Ayyubi/Saladin/Salah ad-Din' (Bahasa Arab: صلاح الدين الأيوبي, Kurdistan: صلاح الدین ایوبی). Salahuddin terkenal di dunia Islam karena memimpin, strategi militer, dan sifatnya yang ksatria dan adil pada saat ia berperang melawan Ksatria Salib. Salahuddin Al Ayyubi juga adalah seorang Ulama. Ia memberikan catatan kaki dan penjelasan kitab sunan hadits Abu Dawud.

Latar belakang

Shalahuddin Al-Ayyubi berasal dari bangsa Kurdi.[4] Ayahnya Najmuddin Ayyub dan pamannya Asaduddin Syirkuh hijrah (migrasi) meninggalkan kampung halamannya dekat Danau Van dan pindah ke daerah Tikrit (Irak). Shalahuddin lahir di benteng Tikrit, Irak tahun 532 H/1138 M, ketika ayahnya menjadi penguasa Seljuk di Tikrit. Saat itu, baik ayah maupun pamannya mengabdi kepada Imaduddin Zanki, gubernur Seljuk untuk kota Mosul, Irak. Ketika Imaduddin berhasil merebut wilayah Balbek, Lebanon tahun 534 H/1139 M, Najmuddin Ayyub (ayah Shalahuddin) diangkat menjadi gubernur Baalbek dan menjadi pembantu dekat Raja Suriah Nuruddin Mahmud. Selama di Baalbek inilah, Shalahuddin mengisi masa mudanya dengan menekuni teknik perang, strategi, maupun politik. Setelah itu, Shalahuddin melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk mempelajari teologi Sunni selama sepuluh tahun, dalam lingkungan istana Nuruddin. Pada tahun 1169, Shalahudin diangkat menjadi seorang wazir (konselor).

Di sana, dia mewarisi peranan sulit mempertahankan Mesir melawan penyerbuan dari Kerajaan Latin Jerusalem di bawah pimpinan Amalrik I. Posisi ia awalnya menegangkan. Tidak ada seorangpun menyangka dia bisa bertahan lama di Mesir yang pada saat itu banyak mengalami perubahan pemerintahan di beberapa tahun belakangan oleh karena silsilah panjang anak khalifah mendapat perlawanan dari wazirnya. Sebagai pemimpin dari prajurit asing Syria, dia juga tidak memiliki kontrol dari Prajurit Shiah Mesir, yang dipimpin oleh seseorang yang tidak diketahui atau seorang Khalifah yang lemah bernama Al-Adid. Ketika sang Khalifah meninggal bulan September 1171, Saladin mendapat pengumuman Imam dengan nama Al-Mustadi, kaum Sunni, dan yang paling penting, Abbasid Khalifah di Baghdad, ketika upacara sebelum Salat Jumat, dan kekuatan kewenangan dengan mudah memecat garis keturunan lama. Sekarang Saladin menguasai Mesir, tetapi secara resmi bertindak sebagai wakil dari Nuruddin, yang sesuai dengan adat kebiasaan mengenal Khalifah dari Abbasid. Saladin merevitalisasi perekonomian Mesir, mengorganisir ulang kekuatan militer, dan mengikuti nasihat ayahnya, menghindari konflik apapun dengan Nuruddin, tuannya yang resmi, sesudah dia menjadi pemimpin asli Mesir. Dia menunggu sampai kematian Nuruddin sebelum memulai beberapa tindakan militer yang serius: Pertama melawan wilayah Muslim yang lebih kecil, lalu mengarahkan mereka melawan para prajurit salib.

Pada usia berapakah Salahuddin Yusuf Al Ayyubi dilantik menjadi perdana menteri oleh Khalifah Al Adid?

Timur Tengah (1190 M.). Wilayah kekuasaan Shalahuddin (warna merah); Wilayah yang direbut kembali dari pasukan salib 1187-1189 (warna merah muda). Warna hijau terang menandakan wilayah pasukan salib yang masih bertahan sampai meninggalnya Shalahuddin

Dengan kematian Nuruddin (1174) dia menerima gelar Sultan di Mesir. Disana dia memproklamasikan kemerdekaan dari kaum Seljuk, dan dia terbukti sebagai penemu dari dinasti Ayyubid dan mengembalikan ajaran Sunni ke Mesir. Dia memperlebar wilayah dia ke sebelah barat di maghreb, dan ketika paman dia pergi ke Nil untuk mendamaikan beberapa pemberontakan dari bekas pendukung Fatimid, dia lalu melanjutkan ke Laut Merah untuk menaklukan Yaman. Dia juga disebut waliullah yang artinya teman Allah bagi kaum muslim Sunni.

Tahun 559-564 H/ 1164-1168 M. Sejak itu Asaduddin, pamannya diangkat menjadi Perdana Menteri Khilafah Fathimiyah. Setelah pamannya meninggal, jabatan Perdana Menteri dipercayakan Khalifah kepada Shalahuddin Al-Ayyubi.

Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil mematahkan serangan Tentara Salib dan pasukan Romawi Bizantium yang melancarkan Perang Salib kedua terhadap Mesir. Sultan Nuruddin memerintahkan Shalahuddin mengambil kekuasaan dari tangan Khilafah Fathimiyah dan mengembalikan kepada Khilafah Abbasiyah di Baghdad mulai tahun 567 H/1171 M (September). Setelah Khalifah Al-'Adid, khalifah Fathimiyah terakhir meninggal maka kekuasaan sepenuhnya di tangan Shalahuddin Al-Ayyubi.

Sultan Nuruddin meninggal tahun 659 H/1174 M, Damaskus diserahkan kepada puteranya yang masih kecil Sultan Salih Ismail didampingi seorang wali. Di bawah seorang wali terjadi perebutan kekuasaan di antara putera-putera Nuruddin dan wilayah kekuasaan Nurruddin menjadi terpecah-pecah. Shalahuddin Al-Ayyubi pergi ke Damaskus untuk membereskan keadaan, tetapi ia mendapat perlawanan dari pengikut Nuruddin yang tidak menginginkan persatuan. Akhirnya Shalahuddin Al-Ayyubi melawannya dan menyatakan diri sebagai raja untuk wilayah Mesir dan Syam pada tahun 571 H/1176 M dan berhasil memperluas wilayahnya hingga Mosul, Irak bagian utara.

Naik ke kekuasaan

Di kemudian hari Salahudin menjadi wazir pada 1169, dan menerima tugas sulit mempertahankan Mesir dari serangan Raja Latin Yerusalem, khususnya Amalric I. Kedudukannya cukup sulit pada awalnya, sedikit orang yang beranggapan ia akan berada cukup lama di Mesir mengingat sebelumnya telah banyak terjadi pergantian kekuasaan dalam beberapa tahun terakhir disebabkan bentrok yang terjadi antar anak-anak Kalifah untuk posisi wazir. Sebagai pemimpin dari pasukan asing Suriah, dia juga tidak memiliki kekuasaan atas pasukan Syi'ah Mesir yang masih berada di bawah Khalifah yang lemah, Al-Adid. Berakhirnya kekuasaan yang dipimpin khalifah al-adid maka Salahudin pun menguasai mesir dengan sebutan dinasti Ayyubiyah.[5]

Makam

Pada usia berapakah Salahuddin Yusuf Al Ayyubi dilantik menjadi perdana menteri oleh Khalifah Al Adid?
Makam sultan saladin di Masjid Umayyah, Damaskus

Lihat pula

  • Kingdom of Heaven
  • Raja Richard I dari Inggris
  • Guy dari Lusignan
  • Nuruddin

Referensi

  1. ^ Spevack 2014, hlm. 44.
  2. ^ Lēv 1999, hlm. 131.
  3. ^ Halverson, Corman & Goodall 2011, hlm. 201.
  4. ^ Ibn Khallikan says that Saladin's father and his family originated from Dvin, and "they were Kurds." See Vladimir Minorsky, The Prehistory of Saladin, Studies in Caucasian History, Cambridge University Press, 1957, pp. 124-132.
  5. ^ "Kisah Salahuddin Al-Ayyubi Memberantas Syiah di Mesir". www.arusnews.com. Diakses tanggal 2020-08-25. 

Baca juga

  • Alan K. Bowman, Egypt After the Pharaohs: 1986

Pranala luar

Pada usia berapakah Salahuddin Yusuf Al Ayyubi dilantik menjadi perdana menteri oleh Khalifah Al Adid?

Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salahuddin_Ayyubi&oldid=21698841"