Menteri ESDM mengkampanyekan Gerakan Aku Cinta 100 Indonesia jelaskan maksud dari kampanye itu

Menteri ESDM mengkampanyekan Gerakan Aku Cinta 100 Indonesia jelaskan maksud dari kampanye itu

zakidzulfiqardaffa zakidzulfiqardaffa

100% Cinta Indonesia adalah kampanye untuk mempromosikan merek, jenama, dan produk Indonesia yang diluncurkan tahun 2009. Meskipun pada awalnya kampanye ini awalnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konsumen Indonesia dan mempromosikan produk dan merek Indonesia, pada perkembangannya kampanye ini tumbuh menjadi gerakan sosial masyarakat untuk menumbuhkan apresiasi dan rasa cinta kepada segala hal mengenai Indonesia, bukan hanya merek atau produk, tetapi termasuk makanan, kesenian, kerajinan tangan dan seni kriya, serta budaya Indonesia baik budaya tradisional maupun populer, serta banyak aspek mengenai Indonesia.

PENTINGNYA KECINTAAN DAN KEBANGGAAN atas bangsa dan Negara Indonesia menjadi salah satu latar belakang program Gerakan 1005 Aku Cinta Indonesia. Rasa bangga dan cinta terhadp Negara ini pun bisa diwujudkan dengan merubah sikap dan perilak terhadp Produk Dalam Negeri. Memang, tak mudah mendidik orang Indonesia mencintai dan menggunakan produk buatan dalam negeri. Alasan mulai kualitas hingga gengsi menjadi faktor utama mengapa produk buatan lokal tak bisa mengena di hati orang Indonesia. Tapia pa salahnya jika mencoba mendidik sejak dini penggunaan produk dalam negeri agar bisa menjadi suatu kebanggaan.

Proses Edukasi pemakaian Produk Dalam Negeri

Memakai batik dan kebaya dianggap sebagai pakaian resmi ke kondangan, Melihat seni tari atau pertunjukan ludruk dianggap sebagai hiburan orang kampung yang jauh dari kota. Anak muda memakai pakaian atau pernik dengan merek asing merupakan sebuah anggapan “anak gaul”. Susah memang, tapi itu sebuah kenyataan yang ada. Alhasil produk kita sepertinya dianggap produk orang kuno dan berkualitas rendahan. Tapi pernahkah anda tahu jika meubel buatan daerah pasuruan kita ini menjadi barabf berkelas di sebuah gerai meubel elit di sebuah Avenue di New York, Amerika Serikat. Tas dan sepatu kulit buatan Tanggulangin-Sidoarjo menjadi barang yang mewah di sebuah mal di Muenchen-jerman.

            Di negeri kita malah aneh. Para orang kaya lebih bangga memakai tas atau sepatu kulit buatan negeri italia. Anak muda kita lebih dianggap “fungky” jika memakai kacamata buatan Oakley atau kaos Rip Curl, sementara kaos buatan distro lokal hanya dianggap sebagai barang pengganti jika uangnya tak cukup untuk membeli barang bermerek asing. Jika saya boleh mebagi, sebenarnya jika dilihat dari pemakai produk, konsumen kita dibagi menjadi 3 (tiga) kelas, usia anak (mulai 0 tahun hingga 14 tahun), usia produktif (mulai 15 hingga 50 tahun), dan usia tua (50 tahun ke atas). Di kelas usia produktif inilah banyaknya manusia melakukan konsumsi produk apa saja. Mereka membeli berdasarkan trend dunia, kelas satu kasta, dan merek.

Kesuksesan Batik Fshionable

Baiklah , kita menganggap batik mulai dianggap sebagai tonggak “edumarketing” awal untuk program cinta produk Indonesia. Mulai pendidikan dasar hingga menengah atas, serta lingkungan kerja ada anjuran untuk menggunakan batik sebagai seragam, inilah upaya yang cukup positif mencintai Produk Dalam Negeri. Tapi yang lebih sedikit membanggakan ketika anak-anak muda atau orang Indonesia berusia produktif mulai memakai batik sebagai hal yang fashionable, Hal ini dikarenakan, banyaknya para public gigure mulai menjadikan batik sebagai fashion yang cukup unik untuk ditampilkan ke public. Para artis muda, anggota band-band terkenal hingga yang dianggap bahasa sekarang, “anak alay”, mengkombinasikan kostum panggungnya dengan batik. Ujungnya kali ini batik mempunyai banyak varian dan model yang pantas dipakai anak kecil hingga dewasa. Sedikit banyak para public figure pemakai batik memberikan contoh yang sangat baik terhadap penggunaan yang sangat baik terhadap penggunaan produk garmen lokal.

Sempat di beberapa pameran produk unggulan di Jawa Timur, ada yang membuat “buerger krawu” khas Gresik buatan anak ITS Surabaya, di mana nasi krawu yang dikemas layaknya “junk food” yang digandrungi anak-anak muda. Ada juga jajananpasar dengan menggunakan bahan baku 100 persen lokal dan tanpa pengawet dengan bentuk boneka yang lucu yang cukup unik, yang dahulu cenderung tak menarik perhatian. Selain menyerap tenaga kerja, produk-produk makanan dalam ketahanan pangan. Inilah yang bisa merubah pola konsumsi dan melakukan diverifikasi pangan.

Edukasi-edukasi penggunaan Produk Dalam Negeri semacam inilah yang mungkin bia merubah paradigm yang selama ini orang menganggap produk Indonesia kalah dengan produk dari luar negeri. Di sinilah perlu komitmen dari semua pihak baik pemerintah maupun komitmen dalam negeri mengembangkan potensi dalam negeri, merangkak di mata milai (climbing the value chain) dengan terus mendorong pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) serta melakukan revitalisasi pasar. Memang masih banyak bagaimana mencintai produk dalam negeri, namun memang perlu waktu yang cukup panjang untuk menjadikan produk Negara kita menjadi raja dan Berjaya di negeri sendiri. Paling tidak mulailah dari kita bangga memakai produk dalam negeri

jelaskan mengenai keragaman budaya dapat menumbuhkan perekonomian suatu daerah​

manfaat yang sesuai dengan sumpah pemuda butir ke 3​

Sebutkan Nama² Presiden Indonesian?Note:ayo siapa yang bisa (≧▽≦)klo mudh soalnya anggap aj bagi bgi poin^^​

Bekam dalam istilah islam adalah ...Sebutkan 5 alat bekam ...Apakah orang yang sedang berpuasa boleh berbekam?Manfaat bekam sebutkan 2 ...Jangan hanya … ambil poin!​

kakak / atau abang tolon jawab ya ok ​

tolong jawab, makasih.​

tolong ya kawan kawan, makasih :D​

isi yang tertuang dalam Pancasila sila pertama adalah keyakinan seseorang secara individual tentang nilaia.persatuan indonesiab.ketuhanan yg maha Esac … .kemanusiaaan yg adil dan beradapd.keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia​

untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara sangat dibutuhkan​

apa yang kamu lakukan jika ada temanmu yang memiliki perbedaan dendapat denganmu? ​

100% Cinta Indonesia adalah kampanye untuk mempromosikan merek, jenama, dan produk Indonesia yang diluncurkan tahun 2009. Meskipun pada awalnya kampanye ini awalnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konsumen Indonesia dan mempromosikan produk dan merek Indonesia, pada perkembangannya kampanye ini tumbuh menjadi gerakan sosial masyarakat untuk menumbuhkan apresiasi dan rasa cinta kepada segala hal mengenai Indonesia, bukan hanya merek atau produk, tetapi termasuk makanan, kesenian, kerajinan tangan dan seni kriya, serta budaya Indonesia baik budaya tradisional maupun populer, serta banyak aspek mengenai Indonesia.

Menteri ESDM mengkampanyekan Gerakan Aku Cinta 100 Indonesia jelaskan maksud dari kampanye itu

Logo 100% Cinta Indonesia

Kampanye ini diprakarsai oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, bertujuan untuk mengubah pandangan rakyat Indonesia yang selama ini menganggap produk impor berkualitas lebih baik daripada produk Indonesia.[1] Kampanye "Cinta Indonesia" dan peluncuran logo ”100% Cinta Indonesia” diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan pameran kerajinan Inacraft di Jakarta Convention Center, Rabu, 22 April 2009.[2] Menurut presiden kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kebanggaan menggunakan produk buatan Indonesia. Segala perusahaan, produk, dan merek dalam negeri didorong partisipasinya untuk mencantumkan logo ”100% Cinta Indonesia” pada kemasan produknya, iklan atau materi promosi.[3] Logo ini bebas digunakan oleh berbagai perusahaan atau pribadi Indonesia, meskipun berasal dan milik pemerintah Indonesia, logo ini dianggap sebagai ranah publik.

Makna "100% Cinta Indonesia" campaign logo:[4]

  • Warna-warni yang ada pada logo merepresentasikan warna dari laut dan bumi Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Warna merah putih mewakili bendera Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci.
  • Warna-warni yang ada pada logo juga merefleksikan keragaman kreativitas bangsa Indonesia. Bayangkan betapa warna-warninya isi hidup kita. Ia mengingatkan betapa kayanya kita. Betapa kuatnya kreativitas kita.
  • Mengapa hurufnya seolah ‘terpotong'? Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas bangsa Indonesia mampu ‘tampil' melampaui batas. Ia peng-iya-an... juga ekspresi tekad bersama dan dukungan kepada sesama dalam kesadaran kolektif membangun identitas Indonesia sebagai Bangsa Kreatif.
  • Logo ini memiliki makna yang mudah dimengerti oleh berbagai bangsa. Logo ini adalah penunjuk, pengingat dan penyadar bahwa kita pantas maju sebagai Bangsa Kreatif.
  • Makna ACI Untuk Dunia Internasional: Kami ingin menyatakan pada dunia bahwa karya rupa cipta Indonesia dibuat dengan seratus persen cinta kami sebagai orang Indonesia. Apa yang dibeli, apa yang dikenakan, apa yang dinikmati, apa yang dipajang... Adalah refleksi diri dari rasa menghargai budaya, paham pakem tradisi dan tentunya bukti cinta tanpa syarat kepada tanah air. Semua 'jadi' atas nama cinta, yang akan abadi.
  • Makna ACI Untuk Domestik: Ekspresi tekad bersama dan dukungan kepada sesama dalam kesadaran kolektif membangun identitas Indonesia sebagai bangsa kreatif. Cinta kami seratus persen pada Indonesia hadir absolut tanpa tanda tanya. Semua tergambar jelas ketika kami memakai, mencecap, menggenggam, mencipta... apa lagi yang harus diragukan. Di hati kami hanya ada indonesia.

Kampanye pemerintah untuk membeli produk dalam negeri telah ditemukan berhasil meningkatkan persepsi konsumen terhadap produk dalam negeri dan kesediaan untuk membeli produk dalam negeri dengan meningkatkan etnosentrisme konsumen. Akan tetapi, keberhasilan kampanye tersebut membutuhkan fokus pada jenis produk tertentu yang menjadi prioritas kampanye tersebut.[5]

  • Bangga Buatan Indonesia, program serupa di masa pemerintahan Joko Widodo

  1. ^ "VIVA news 100% Cinta Indonesia Digalakkan". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-07-31. Diakses tanggal 2011-02-01. 
  2. ^ "www.indonesia.go.id Kampanye Cinta Indonesia". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-07-21. Diakses tanggal 2011-02-01. 
  3. ^ Salehudin, Imam (2016-01-06). "100% Love Indonesia: Role of Government Campaign to Promote Local Products in Indonesia". ASEAN Marketing Journal (dalam bahasa Inggris): 1–17. doi:10.21002/amj.v8i1.4907. ISSN 2356-2242. 
  4. ^ "Makna logo Aku Cinta Indonesia". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-01-31. Diakses tanggal 2011-02-01. 
  5. ^ Salehudin, Imam (2016). "100% ♥ Indonesia: Role of Government Campaign to Promote Local Products in Indonesia". ASEAN Marketing Journal. 8 (1): 1–17.  line feed character di |title= pada posisi 46 (bantuan)

Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=100%25_Cinta_Indonesia&oldid=19518001"