Apa yang kamu ketahui tentang entis enterprise infromation system

LAPORAN ANALISIS PERUSAHAAN JASA TELEKOMUNIKSI PT.TELKOM

Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah

“Sistem Informai Eksekutif”

Di susun oleh:

Wreda Kurnia Sony Anggara                       (4114035)

Dosen Pengampu : EndangKurniawan, S.Kom., M.M., CEH, CHFI, CIPM.

//endangkurniawan.com

FAKULTAS TEKNIK

PRODI SISTEM INFORMASI

UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM

JOMBANG

2017

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji dan syukur kehadirat Allah SWT,  karena atas ridho dan hidayah-Nya, sehingga saya sebagai penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir Semester Mata Kuliah  Sistem Informasi Eksekutif ini. Maksud dan tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas akhir semester Mata Kuliah Sistem Informasi Eksekutif Jurusan Sistem Informasi di Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang.

Penulis merasa bahwa dalam menyusun laporan ini masih menemui beberapa kesulitan dan hambatan, disamping itu juga menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan-kekurangan lainnya, maka dari itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak.

Menyadari penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang membantu dalam membuat laporan ini.

Akhir kata, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan karunia-Nya dan membalas segala amal budi serta kebaikan pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan laporan ini dan semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

Nganjuk, 23 Januari 2017

Penulis

Wreda Kurnia

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang……………………………………………………………………………………………………1

1.2 Tujuan Penelitian………………………………………………………………………………………………3

1.3 Rumusan Masalah……………………………………………………………………………………………..3

1.4 Batasan Masalah………………………………………………………………………………………………..3

1.5 Metodologi Penelitian………………………………………………………………………………………4

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Profil Perusahaan………………………………………………………………………………………………5

2.2 Services………………………………………………………………………………………………………………..5

2.3 Visi dan Misi……………………………………………………………………………………………………….6

2.4 Struktur Organisasi…………………………………………………………………………………………..6

BAB III  PEMBAHASAN

3.1 Penerapan Teknologi Informasi…………………………………………………………………….7

3.2 Penggunaan Aplikasi MyIndihome……………………………………………………………..15

3.3 Panduan Penggunaan Aplikasi My Indihome……………………………………………16

3.3.1 Panduan Registrasi Indihome…………………………………………………………..16

3.3.2 Panduan Lapor Gangguan………………………………………………………………….23

3.3.3 Panduan Cek Tagihan………………………………………………………………………….24

3.3.4 Info Dan Bonus Pemakaian ……………………………………………………………….25

3.3.5 Panduan Point Reward……………………………………………………………………….25

3.3.6 Info Layanan Tambahan…………………………………………………………………….26

3.4 Pendekatan Teknologi Informasi………………………………………………………………..27

3.5 Peranan Teknologi Informasi……………………………………………………………………….28

3.6 Peranan CIO Dalam Perusahaan …………………………………………………………………31

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………46

BAB I

PENDAHULUAN

Pelayanan publik atau pelayanan umum dapat didefinisikan sebagai segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh instansi Pemerintahan di Pusat, di Daerah, dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka

pelaksanaan ketentuan peraturan perundangundangan. PT.Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) merupakan satu-satunya BUMN telekomunikasi serta penyelenggara layanan telekomunikasi jaringan terbesar di Indoesia. Telkom Group melayani jutaan pelanggan di seluruh Indonesia dengan rangkaian  lengkap layanan telekomunikasi yang mencakup sambungan telepon kabel tidak bergerak dan telepon nirkabel tidak bergerak, komunikasi seluler, layanan jaringan dan interkoneksi serta layanan internet dan komunikasi data. Telkom Group juga menyediakan berbagai layanan di bidang informasi, media dan edutainment, temasuk cloud-based and server-based managed services, layanan e-Payment dan IT enabler, eCommerce dan layanan portal lainnya. Telkom IndiHome merupakan salah satu produk Telkom yaitu layanan cepat jaringan internet yang menggunakan jalur Fiber Optic sebagai sarananya (disebut juga FTTH / Fiber To The Home). Bandwitch / lebar data dari produk ini mencapai 100Mbps. Tak hanya melayani jaringan internet saja, Telkom IndiHome juga meliputi TV Kabel (UseeTv) dan juga Line Telepon (Telepon Kabel) yang disebut sebgaai Triple Play (3Play). Semakin meningkatnya jumlah customer Telkom IndiHome diharapkan juga meningkatnya pelayanan dari pihak Telkom dalam penanganan permasalahan yang ada pada customer. Saat ini, untuk pelaporan gangguan pada jaringan Telkom IndiHome masih menggunakan hotline yaitu 147 yang notabene sulit sekali dalam pengaksesannya serta lambannya penanganan. Hal itu mendorong peneliti untuk membuat Aplikasi TICCO (Telkom IndiHome Customer Complaints) di Area Telkom Sidoarjo Metro. Mengapa harus berbasis Android?. Hal ini dikarenakan semakin berkembang pesatnya smartphone bersistem operasi Android. Semua kalangan (High – Middle – End) dapat memiliki perangkat pintar tersebut.

performance driver atau creating (Sumardi,2013).

1.2 Tujuan Penelitian

Peran Sistem Informasi terhadap Pt.telkom dan untuk memenuhi tugas mata kuliah sistem informasi eksekutif fakultas teknik – UNIPDU.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka rumusan masalah makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Memahami peranan teknologi informasi pada pt.telkom.
  2. Memahami peranan teknologi informasi dalam manajemen strategic.
  3. Memahami pentingnya devisi IT dalam proses bisnis.
  4. Memhami pentinya peran CIO dalam perusahaan.

1.4 Batasan Masalah

Untuk memperjelas ruang lingkup dan analisa, maka permasalahan lebih ditekankan pada analisis sistem aplikasi My Indihome dalam layanan  Indihome 100% fiber dengan memperhatikan informasi berupa pelayanan internet cepat melalui My Indihome.

1.5 Metodologi Penelitian

Adapun langkah-langkah dalam melakukan penelitian ini adalah :

1.5.1 Metode Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah

dengan menggunakan Metode Studi Lapangan (Field Research),

Metode pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan cara :

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data dengan cara membaca

literatur-literatur yang berhubungan tentang buku/artikel birokrasi

pemerintahan dan kepegawaian, buku/artikel tentang ilmu pemerintahan serta dokumen-dokumen yang ada relavansinya dengan

topik yang dibahas dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dari

kepustakaan ini merupakan data sekunder.

Pada tahap ini dilakukan proses tanya jawab dengan pihak internal

instansi dalam mengumpulkan data dan informasi mengenai kebutuhansistem, selain itu dengan orang yang akan bertindak sebagai adminyang akan mempergunakan sistem.

Pada tahap ini dilakukan pengamatan secara langsung terhadap objek

yang diteliti yaitu data, baik berasal dari dokumen-dokumen yang

terpakai maupun dari hasil wawancara yang dilakukan dengan para

pegawai atau pimpinan yang berwenang.

1.5.2 Metode Analisis Sistem Informasi

Analisis sistem merupakan suatu tahap pemahaman proses yang bertujuan untuk mengetahui proses apa saja yang terlibat dalam sistem dan berhubungan satu proses dengan proses lainnya.

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Profil Perusahaan

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk atau yang lebih dikenal dengan nama TELKOM adalah salah satu BUMN yang bergerak di beberapa bidang yang mencakup telecomunication, information, multimedia, dan edutainment. Bidang-bidang di TELKOM ini dikembangkan untuk mengikuti tuntutan kebutuhan konsumen yang semakin berkembang sesuai kemajuan teknologi. Salah satunya akses internet sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Selain

memenuhi kebutuhan masyarakat modern, layanan akses internet juga merupakan lahan potensial untuk mengembangkan TELKOM. Oleh karena itu, salah satu layanan TELKOM adalah jaringan internet bernama Speedy yang menjadi satu satu layanan TELKOM yang diunggulkan selain dua layanan yang lainnya, yakni telepon dan TV.

Gambar 1. Gambar logo telkom

2.2 Services

Services menjadi salah satu model bisnis Telkom yang berorientasi kepada pelanggan. Ini sejalan dengan Customer Portfolio Telkom kepada pelanggan Personal, Consumer/Home, SME, Enterprise, Wholesale, dan Internasional.

Sebagai perusahaan telekomunikasi, Telkom Group terus mengupayakan inovasi di sektor-sektor selain telekomunikasi, serta membangun sinergi di antara seluruh produk, layanan dan solusi, dari bisnis legacy sampai New Wave Business. Untuk meningkatkan business value, pada tahun 2012 Telkom Group mengubah portofolio bisnisnya menjadi TIMES (Telecommunication, Information, Media Edutainment & Service). Untuk menjalankan portofolio bisnisnya, Telkom Group memiliki empat anak perusahaan, yakni PT. Telekomunikasi Indonesia Selular (Telkomsel), PT. Telekomunikasi Indonesia International (Telin), PT. Telkom Metra dan PT. Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel).

2.3 Visi dan Misi

Visi

Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommunication, Information, Media, Edutainment dan Services (“TIMES”) di kawasan regional.

Misi

  • Menyediakan layanan TIMES yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif.
  • Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.

2.4 Struktur Organisasi

Gambar 2. Struktur organisasi pt.telkom

Sumber : //telkom

BAB III

 PEMBAHASAN

3.1 Penerapan Teknologi Informasi

Teknologi informasi mempunyai kontribusi yang cukup berpengaruh terhadap keberhasilan suatu bisnis. Peningkatan pencapaian dan produktivitas perusahaan akan lebih optimal jika perusahaan dapat mengontrol dan melakukan inovasi pada proses bisnisnya. Jika dilihat berdasarkan teorinya, teknologi informasi mempunyai peranan penting bagi perusahaan dalam melakukan inovasi. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, perusahaan tidak hanya dapat mengontrol dan melakukan inovasi, bahkan dapat menekan biaya yang akan dikeluarkan perusahaan dalam mengukur, bereksperimen, berbagi dan mereplikasi informasi pada proses bisnisnya dalam jangka panjang.

Seperti pada penggunaan teknologi informasi yang digunakan oleh perusahaan perbankan, mempunyai kontribusi yang cukup besar bagi produktivitasnya, terutama dalam meningkatkan pelayanan. ATM 24 jam yang tersedia, memudahkan pelanggan dalam melakukan transaksi atau mengambil uang kapanpun dan dimanapun tanpa harus datang langsung dan menunggu antrian di bank.

Perusahaan adalah suatu sistem fisik yang dikelola dengan menggunakan sistem konseptual. Sistem perusahaan merupakan sistem lingkaran tertutup dalam arti dikendalikan oleh manajemen, menggunakan umpan balik untuk mengawasi pelaksanaan agar dapat mencapai suatu tujuan. Perusahaan juga merupakan suatu sistem terbuka, dalam arti berhubungan dengan lingkunganya. Sebuah perusahaan mengambil sumber daya dari lingkungannya, mengubah sumber daya tersebut menjadi barang dan jasa, dan mengembalikan sumber daya yang telah diubah kepada lingkungannya. Lingkungan merupakan alasan utama keberadaan perusahaan. Sistem Informasi Manajemen ( SIM ) muncul karena manajer tidak puas hanya menghitung apa yang telah terjadi dalam bisnis, mereka ingin mengendalikan operasi dan merencanakan masa depan. Kebutuhan ini memerlukan data akuntansi untuk menciptakan informasi yang diperlukan. Laporan menyampaikan informasi dan model matematika dikembangkan untuk memperkirakan permintaan produk, mengoptimalkan penggunaan sumber daya manufakatur, serta menyampaikan produk kekonsumen. Walau istilah sistem informasi manajemen tetap, sekarang perannya lebih dari sekedar mengoptimalkan operasi. Istilah SIM terutama digunakan untuk menjelaskan sistem informasi yang membantu para manajer dalam melaksanakan aktivitas mereka dibandingkan dengan sistem informasi yang sekedar menjelaskan apa yang telah terjadi. Perusahaan yang aktivitas operasionalnya masih manual ketika mencoba menggunakan suatu teknologi komputer untuk pemrosesan data, maka masalah pertama yang dihadapi adalah besarnya pembiayaan yang harus dikeluarkan. Pembiayaan ini dapat berupa biaya pembelian  hardware, pembangunan sistem, dan penyiapan infrastruktur, baik sumber daya manusia maupun teknis. Sementara perusahaan yang sudah memiliki sistem pemrosesan data terkomputerisasi, ketika melakukan pengembangan sistem informasi akan menghadapi masalah pada aspek fisik dan non-fisik. Aspek fisik meliputi biaya pengembangan,  up grading hardwaredan penciptaan infrastruktur tertentu, sedangkan aspek non-fisik meliputi tingkat penerimaan user, dukungan manajemen dan kualitas sistem informasi.

Penerapan sistem informasi di suatu perusahaan merupakan salah satu cara dalam memenangkan persaingan yang semakin ketat dan menjadikan informasi sebagai sumberdaya yang harus dikelola dengan tepat, sehingga tercipta suatu sistem terpadu yang menyediakan informasi untuk mendukung kegiatan operasional, manajemen dan fungsi penentu pengambilan keputusan bisnis yang tepat. Penerapan sistem informasi baru juga akan mengalami masalah yang jika tidak diselesaikan akan menimbulkan inefisiensi dan inefektivitas dalam pemberdayaan sumber daya potensial. Oleh karena itu, sebelum melakukan upaya pengembangan dan implementasi, harus dilakukan proses konsiderasi secara multidimensi terhadap berbagai variabel yang mungkin berpengaruh terhadap kesuksesan suatu sistem baru.

Selama tahun 1990-an penerapan komputer yang konservatif mulai memberi jalan bagi kemunculan kembali minat untuk menerapkan komputer diorganisasi secara keseluruhan. Penjual perangkat lunak yang ambisius mengembangkan dan mulai memasarkan paket–paket perangkat lunak standar yang bertujuan memenuhi kebutuhan hampir segala jenis organisasi. Sistem ini disebut dengan sistem informasi perusahaan, cukup berhasil dengan cepat sehingga perusahaan–perusahaan yang menggunakan komputer mempertimbangkan penerapannya. Seperti yang didefinisikan oleh para penjual perangkat lunak awal , sistem informasi perusahaan enterprise information system adalah suatu sistem berbasis komputer yang dapat melakukan semua tugas akuntansi standar bagi semua unit organisasi secara terintegrasi dan terkoordinasi. Sedangkan istilah enterprise digunakan karena sistem ini mencakup seluruh set proses yang dilakukan oleh organisasi. Sistem tersebut mengakumulasi seluruh data transaksi akuntansi dari departemen /bagian manufaktur, pemasaran, keuangan dan sumberdaya manusia dari berbagai fungsi bisnis lain. Entis menjadi dasar area bisnis seperti sistem informasi manufaktur, pemasaran, keuangan dan sumberdaya manusia.

Informasi umum yang diperlukan manajer mengikuti pola yang mendasar pada sifat kegiatan pada suatu lapisan manajerial. Sebagian besar sistem informasi unruk manajer lapis terbawah didasarkan pada kegiatan operasi dan sistem informasilah yang memproses transaksi kegiatan di dalam organisasi, inilah yang dikenal dengan perancangan dari bawah ke atas (bottom-up design). Sistem pemrosesan transaksi dan sistem informasi lapis terbawah biasanya dikembangkan dengan cara saling berhubungan. Yang lebih penting bagi para manajer daripada pengetahuan tentang teknologi komputer adalah pengetahuan tentang sistem informasi yakni sistem yang diciptakan para analis dan manajer guna melaksanakan tugas khusus tertentu yang sangat esensial bagi berfungsinya organisasi.

Sistem informasi untuk manajemen puncak harus memiliki fokus eksternal dan berorientasi pada masa depan. Oleh sebab itu sistem informasi perencanaan harus dikaitkan dengan keperluan manajemen puncak artinya bahwa mereka harus dikembangkan lebih bebas (tidak berkaitan) dari sistem pemrosesan transaksi dan sistem pengendalian operasi. Syarat utama dari perancang sistem perencanaan pada manajerial puncak adalah pengetahuan tentang proses manajemen dan perencanaan pada lapis manajer senior dan memiliki pengetahuan tentang sistem informasi dan perancangannya.

Perancang sistem lapis terbawah harus memiliki ketrampilan teknis sistem informasi kuat dalam pengetahuan tentang kegiatan operasinya. Pada lapis manajemen madya perancangan sistem sangat dipengaruhi baik oleh sistem informasi puncak maupun sistem pengendalian dari bawah. Sistem informasi perencanaan yang dirancang untuk manajemen puncak harus dapat diperluas ke bawah guna memberikan uraian informasi perencanaan kepada lapis manajemen madya, yang lebih jauh diuraikan untuk memberikan informasi perencanaan yang diperlukan oleh manajer lapis terbawah. Sistem informasi lapis terbawah yang banyak berurusan dengan informasi internal tentang masa lalu dan masa kini, harus mampu memberikan ringkasan informasi untuk melayani keperluan manajemen dalam rangaka pengendalian kegiatan manajemen. Pada manajemen madya, informasi pengendalian kemudian lebih jauh diringkaskan untuk melayani keperluan informasi manajemen puncak guna pelaksanaan evaluasi keseluruhan dan peninjauan kembali atas kegiatan operasi. Pada lapis manajemen puncak, informasi dari luar sangat berharga bagi pelaksanaan evaluasi keseluruhan dan peninjuan kembali atas kegiatan operasi.

Faktor-faktor Penentu Keberhasilan Sistem Informasi Pada Perusahaan.

O’Brien  dan Marakas (2009) menyatakan bahwa terdapat beberapa alasan yang menyebabkan sukses atau tidaknya suatu organisasi/perusahaan dalam menerapkan sistem informasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesukesan penerapan sistem informasi, antara lain adanya dukungan dari manajemen eksekutif, keterlibatan end user  (pemakai akhir), penggunaan kebutuhan perusahaan yang jelas, perencanaan yang matang, dan harapan perusahaan yang nyata. Sementara alasan kegagalan penerapan sistem informasi  antara lain karena kurangnya dukungan manajemen eksekutif dan input dari end-user, pernyataan kebutuhan dan spesifikasi yang tidak lengkap dan selalu berubah-ubah, serta inkompetensi secara teknologi. Yang diuraikan sebagai berikut :

  1. 1. Kurangnya dukungan dari pihak eksekutif atau manajemen.

Persetujuan dari semua level manajemen terhadap suatu proyek sistem informasi membuat proyek tersebut akan dipersepsikan positif oleh pengguna dan staf pelayanan teknis informasi. Dukungan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk penghargaan terhadap waktu dan tenaga yang telah dicurahkan pada proyek tersebut, dukungan bahwa proyek akan menerima cukup dana, serta berbagai perubahan organisasi yang diperlukan. Dengan demikian, kurangnya komitmen eksekutif puncak untuk terlibat lebih jauh dalam proyek mengakibatkan penerapan sistem informasi perusahaan menjadi sia-sia.

Keterlibatan eksekutif dalam pengembangan sistem informasi di perusahaan juga menentukan kesuksesan proses sosialisasi sistem informasi. Proses sosialisasi sistem informasi yang baru merupakan proses perubahan organisasional. Kebanyakan orang dalam organisasi akan bertahan, karena perubahan mengandung ketidakpastian dan ancaman bagi posisi dan peran mereka. Akan tetapi, proses perubahan organisasional ini diperlukan untuk manajemen perubahan selama proses sosialisasi sistem informasi baru. Beberapa resiko dan konsekuensi manajemen yang tidak tepat dalam pengembangan sistem informasi adalah sebagai berikut.

– Biaya yang berlebih-lebihan sehingga melampaui anggaran.

– Melampaui waktu yang telah diperkirakan.

– Kelemahan teknis yang berakibat pada kinerja yang berada dibawah tingkat dari yang diperkirakan.

– Gagal dalam memperoleh manfaat yang diperkirakan.

  1. 2. Kurangnya keterlibatan atau input dari end user (pemakai akhir).

Sikap positif dari pengguna terhadap sistem informasi akan sangat mendukung berhasil atau tidaknya penerapan sistem informasi. Sikap positif  dalam bentuk dukungan dan kompetensi dari  user, serta hubungan yang baik     antara user dengan teknisi merupakan faktor sikap yang menguntungkan  (favorable attitudes) dan sangat penting bagi berhasilnya penerapan sistem  informasi. Sikap positif menentukan tindakan, dan akan berkaitan dengan  tingkat penggunaan yang tinggi (high levels of use) serta kepuasan   (satisfaction) terhadap sistem tersebut. Disamping itu, keterlibatan pengguna          dalam desain dan operasi sistem informasi memiliki beberapa hasil yang positif. Pertama, jika pengguna terlibat secara mendalam dalam desain sistem,  ia akan memiliki kesempatan untuk mengadopsi sistem menurut prioritas dan             kebutuhan bisnis, dan lebih banyak kesempatan untuk mengontrol hasil.   Kedua, pengguna cenderung untuk lebih bereaksi positif terhadap sistem karena mereka merupakan partisipan aktif dalam proses perubahan itu sendiri.        Kesenjangan komunikasi antara pengguna dan perancang sistem informasi  terjadi karena pengguna dan spesialis sistem informasi cenderung memiliki perbedaan dalam latar belakang, kepentingan dan prioritas. Inilah yang sering         dikatakan sebagai kesenjangan komunikasi antara pengguna dan desainer    (user-designer communication gap).

  1. 3. Tidak Memiliki Perencanaan Memadai.

Pengembangan dan penerapan sistem informasi yang tidak didukung dengan perencanaan yang matang tidak akan mampu menjembatani keinginan dan kepentingan berbagai pihak di perusahaan. Hal ini dikarenakan sistem yang     dijalankan tidak sesuai dengan arah dan tujuan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan yang tidak memiliki kompetensi inti dalam bidang teknologi informasi sebaiknya menjadi tidak memaksakan untuk menjadi leader dalam investasi teknologi informasi.

Sebagian besar penyedia jasa teknologi informasi kurang sensitif  terhadap manajemen perusahaan, tetapi hanya fokus pada tools yang akan dikembangkan. Kelemahan inilah yang mengharuskan perusahaan untuk mengidentifikasi secara jelas kebutuhan dan spesifikasi sistem informasi yang akan diterapkan berikut manfaatnya terhadap perusahaan. Kemauan perusahaan dalam merancang penerapan sistem informasi berdasarkan             sumberdaya yang dimiliki diyakini dapat meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan.

  1. Inkompetensi secara Teknologi

Kesuksesan pengembangan sistem informasi tidak hanya bergantung pada penggunaan alat atau teknologinya saja, tetapi juga manusia  sebagai perancang dan penggunanya. Bodnar dan Hopwood (1995)  dalam Murdaningsih (2009) berpendapat bahwa perubahan dari sistem manual ke sistem komputerisasi tidak hanya menyangkut perubahan teknologi  tetapi juga perubahan perilaku dan organisasional. Sekitar 30 persen kegagalan pengembangan sistem informasi baru diakibatkan kurangnya perhatian pada aspek organisasional. Oleh karena itu, pengembangan sistem informasi memerlukan suatu perencanaan dan implementasi yang hati-hati, untuk menghindari adanya penolakan terhadap sistem yang dikembangkan (resistance to change). Sistem informasi harus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pengguna. Kompleksitas sistem bukanlah merupakan jaminan perbaikan kinerja, bahkan menjadi kontraproduktif jika tidak didukung oleh kesiapan sumber daya manusia dalam tahapan implementasinya. Hal ini sering terjadi terutama pada perusahaan yang pengetahuan teknologi informasinya rendah. Jika pengembangan sistem informasi diserahkan pada orang-orang yang kurang berkompeten dibidangnya maka akan berakibat fatal bagi perusahaan ketika sistem tersebut telah diterapkan.Pengembangan sistem informasi sebagai salah satu sarana pencapaian tujuan perusahaan, sehingga keduanya harus relevan, serta perlu disiapkan dengan baik dan matang. Selain itu, perusahaan harus memiliki harapan yang nyata, yaitu yang ingin dicapai dan berusaha dalam meraihnya, sehingga efektivitas dari pengembangan atau penerapan sistem informasi dapat terjadi.

Tingkat- tingkat kemampuan pemakai akhir dapat digolongkan sebagai berikut :

  1. Pemakai akhir tingkat menu (Menu level end user)

Pada tingkat ini pemakai hanya mampu berkomunikasi dengan perangkat lunak jadi dengan menggunakan menu-menu yang ditampilkan oleg perangkat lunak berbasis Window dan mac.

  1. Pemakai akhir tingkat perintah (command level end user)

Pada tingkat ini pemakai mampu menggunakan perangkat lunak jadi yang lebih sekedar memilih menu (dapat menggunakan bahasa perintah dari perangkat lunak untuk melaksanakan operasi aritmatika dan logika pada data)

  1. Pemakai akhir (End user programmers)

Pada tingkat ini pemakai mampu menggunakan bahasa-bahasa pemograman.

3.2 Penggunaan Aplikasi MyIndihome

My IndiHome adalah aplikasi yang digunakan untuk registrasi IndiHome, aktivasi OTT TV, registrasi berbagai macam fitur tambahan, melaporkan gangguan layanan IndiHome, cek tagihan, cek point reward, info pemakaian, juga menyediakan layanan free music, free movie dan layanan menarik lainnya. My IndiHome, mudah, nyaman, dan pasti, bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Keunggulan registrasi IndiHome melalui My IndiHome:

  • Check Service Availability : men-cek ketersediaan jaringan IndiHome Fiber secara praktis dan pasti.
  • Self Registration : registrasi IndiHome mudah dan nyaman, dimana saja dan kapan saja.
  • Order Tracking : manajemen janji dengan teknisi secara pasti dan transparan.

Aplikasi My IndiHome dapat digunakan untuk melaporkan gangguan layanan IndiHome:

  • Terintegrasi langsung dengan nomor IndiHome yang telah didaftarkan.
  • Progres penyelesaian gangguan dapat terpantau dengan mudah dan pasti.

My IndiHome memiliki beragam fitur :

  • Fitur pengecekan tagihan serta membayar tagihan.
  • Info bonus telepon dan pemakaian internet.
  • Layanan free music dan free movie
  • Poin Reward

3.3 Panduan Penggunaan Aplikasi My Indihome

Pergi ke halaman Play Store dan unduh My IndiHome

Sejauh ini My IndiHome baru tersedia untuk platform Android, dan pihak Telkom sendiri baru akan merilis versi iOS dalam waktu dekat. Pengaplikasian My IndiHome sendiri tidak memakan ruang memori yang cukup banyak. Setelah melakukan pengunduhan aplikasi sebesar 7 MB, My IndiHome akan meminta akses GPS, kontak, SMS, dan data hingga akhirnya memakan ruang memori sebesar  13 MB.

App Info

Download

My IndiHome

Buat akun untuk login di My IndiHome

Sama halnya seperti layanan berbasis mobile app lainnya, My IndiHome mengharuskanmu untuk membuat akun terpisah yang terintegrasi dengan akun email. Jadi daftarkan email kamu yang aktif untuk kebutuhan login My IndiHome dan pastikan kamu telah membuat password yang cukup kuat (dan berbeda) demi keamaanan data personal kamu ke depannya nanti

Verifikasi nomor kontak dari kiriman SMS ke dalam My Indihome

Setelah kontak pribadi dan alamat email kamu berhasil didaftarkan, tahap berikutnya adalah memasukkan nomor verifikasi yang telah dikirimkan pihak operator ke smartphone kamu. Sedikit tip bagi pengguna layanan Telkom. Pastikan kamu selalu menggunakan satu nomor untuk segala bentuk verifikasi dari Telkom (dan juga Telkomsel), hal ini untuk mempermudah kamu ke depannya nanti.

Ingat kembali detail personal kamu dan daftarkan nomor IndiHome ke menu utama My IndiHome

Tahap berikutnya adalah memasukkan data personal kamu di menu utama My IndiHome. Proses ini memerlukan rincian nomor IndiHome, nomor kontak pribadi yang bisa dihubungi dan sedikit informasi mengenai detail alamat di mana internet kamu terpasang.

Detail soal alamat ini akan ditanyakan lewat formulir terpisah yang berisi potongan informasi dari lokasi terpasangnya IndiHome tersebut. Kamu hanya perlu melengkapi bagian yang kosong saja, baru setelah itu menuju proses verifikasi akun.

Sudah terdaftar? Silakan kembali login dan masuk ke menu “Pengaduan Internet”

Seandainya keempat proses di atas telah selesai dijalani, maka selamat! Kamu telah resmi mendaftarkan IndiHome ke dalam layanan My IndiHome. Dengan terdaftarnya nomor IndiHome kamu ke dalam My IndiHome, kamu bisa menggunakan beberapa fitur yang telah dibenamkan Telkom ke dalam aplikasi ini mulai dari pengecekan tagihan, streaming video dan musik (yang masih dalam proses pengembangan), serta opsi mengunduh Movin’, sebuah aplikasi terpisah untuk menjadikan smartphone kamu sebagai extender layanan IndiHome.

Untuk bisa menikmati layanan yang telah saya sebutkan tadi, kamu hanya perlu melakukan login ke My IndiHome. Seandainya terjadi gangguan internet rumah, langkah tutorial berikut ini akan membantumu untuk menggunakan opsi pengaduan layanan via My IndiHome.

Isi formulir pengaduan lengkap dengan deskripsi gangguan

3.4 Pendekatan Teknologi Informasi

Pengukuran (Measurement)

Teknologi informasi dapat digunakan untuk mengukur apa yang perusahaan telah lakukan. Dimana informasi yang dihasilkan dapat digunakan oleh perusahaan agar dapat memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang pelanggan, proses bisnis, kualitas produk, dan kelemahan-kelemahan dalam rantai pasokannya.

Uji Coba (Experimentation)

Keuntungan dari uji coba yang menggunakan teknologi informasi adalah perusahaan bisa mendapatkan sebuah hubungan sebab akibat (causality) yang tidak bisa ditemukan dengan hanya melakukan pengukuran dan observasi murni. Sehingga perusahaan dapat memiliki pengetahuan untuk segera ditindaklanjuti tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam bisnisnya dan melihat perbedaan-perbedaan dari inovasi yang telah dilakukannya.

Berbagi (Sharing)

Perusahaan kini tidak hanya dapat berbagi data, tapi juga berbagi wawasan. Inovasi dalam berbagi dibutuhkan oleh perusahaan agar lebih efektif dalam berbagi informasi. Internet dan teknologi informasi yang dirancang secara unik untuk memenuhi kebutuhan dalam berbagi dapat memudahkan perusahaan, sehingga setiap orang tidak harus selalu bertatap muka dan menggunakan printer atau kertas secara berlebihan dalam berbagi informasi.

Replikasi (Replication)

Teknologi informasi akan membuatnya menjadi jauh lebih mudah untuk mereplikasi dan meningkatkan proses bisnis setelah teridentifikasi. Ketiga perubahan sebelumnya (measurement, experimentation, sharing), membantu perusahaan dalam menemukan dan berbagi, tapi kemudian teknologi informasi memungkinkan untuk mengambil, meningkatkan proses bisnis tersebut dan menyalinnya berkali-kali.

3.5 Peranan Teknologi Informasi

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.

Terdapat tiga sasaran utama dari upaya penerapan Teknologi Informasi dan Sistem Informasi dalam suatu organisasi. Pertama, memperbaiki efisiensi kerja dengan melakukan otomasi berbagai proses yang mengelola informasi. Kedua, meningkatkan keefektifan manajemen dengan memuaskan kebutuhan informasi guna pengambilan keputusan. Ketiga, memperbaiki daya saing atau meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi dengan merubah gaya dan cara berbisnis (Ward and Peppard, 2002).

Sering ditemukan bahwa penerapan Teknologi Informasi kurang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja dan kesuksesan bisnis organisasi maupun peningkatan daya saing organisasi. Hal tersebut terjadi akibat penerapan SI/TI yang hanya berfokus pada teknologinya saja. Oleh karena itu, cara efektif untuk mendapatkan manfaat strategis dari penerapanTeknologi Informasi adalah dengan berkonsentrasi pada kaji ulang bisnis (rethinking business) melalui analisis masalah bisnis saat ini dan perubahan lingkungannya serta mempertimbangkanTeknologi Informasi sebagai bagian solusi (Earl, 1992).

Perencanaan strategis Teknologi Informasi mempelajari pengaruh Teknologi Informasiterhadap kinerja bisnis dan kontribusi bagi organisasi dalam memilih langkah-langkah strategis. Selain itu, perencanaan strategis Teknologi Informasi juga menjelaskan berbagai tools, teknik, dan kerangka kerja bagi manajemen untuk menyelaraskan strategi Teknologi Informasidengan strategi bisnis, bahkan mencari kesempatan baru melalui penerapan teknologi yang inovatif (Ward & Peppard, 2002).

Beberapa karakteristik dari perencanaan strategis Teknologi Informasi antara lain adalah adanya misi utama : keunggulan strategis atau kompetitif dan kaitannya dengan strategi bisnis; adanya arahan dari eksekutif atau manajemen senior dan pengguna; serta pendekatan utama berupa inovasi pengguna dan kombinasi pengembangan bottom up dan analisa top down (Pant & Hsu, 1995).

Bagi beberapa perusahaan, sebuah strategi IT tidak selalu pada kasus yang formal. Walaupun dinamakan perencanaan Sistem Informasi (IS) “Strategic”, arsitektur aplikasi, data, teknologi dan proses manajemen IS, yang terdiri dari standar pengembangan dan pelaporan, semuanya disajikan dengan rencana, proses dan kebutuhan dari bisnis yang ada saat ini. Tidak ada acuan atau philosofi untuk kegunaan teknologi di perusahaan dan tidak terkesan adanya aturan yang signifikan dalam menentukan strategi mana yang lebih efektif, menguntungkan dan dapat dikerjakan dengan mudah.

Dalam lingkungan konvensional, hubungan antara strategi kompetitif perusahaan dan manfaat penggunaan IT dikembangkan melalui beberapa lapisan; dari perencanaan, analisa dan perancangan. Dapat dipahami bila pada ligkungan sseperti ini IT memiliki pengaruh yang kecil terhadap strategi kompetitif perusahaan. Sejalan dengan semakin luasnya pemanfaatan IT di lingkungan bisnis, semakin terlihat tidak ada lagi pemisahan antara IT dan Strategi kompetitif perusahaan, karena semua strategi kompetitif harus memiliki IT sama halnya dengan memiliki marketing, produsen dan keuangan.

Strategi IT membantu manager untuk mendefinisikan batasan pembuatan keputusan untuk tindakan berikutnya, tapi menghentikan dengan singkat dalam menentukan tindakan untuk dirinya sendiri. Hal ini merupakan perbedaan mendasar antara Strategi IT dan perencanaan IT. Strategi IT merupakan kumpulan prioritas yang menguasai pembuatan keputusan bagi user dan proses data profesional. Hal itu merupakan bentuk aturan framework untuk kegunaan IT dalam perusahaan, dan menjelaskan bagaimana seorang eksekutif senior pada perusahaan akan berhubungan pada infrastruktur IT. Perencanaan IT pada hal lain, memfokuskan pada pelaksanaan dari Strategi IT.

Perencanaan Strategis Sistem Informasi diperlukan agar sebuah organisasi dapat mengenali target terbaik untuk melakukan pembelian dan penerapan sistem informasi manajemen dan menolong untuk memaksimalkan hasil dari investasi pada bidang teknologi informasi. Sebuah sistem informasi yang dibuat berdasarkan Perancangan Startegis Sistem Informasi yang baik, akan membantu sebuah organisasi dalam pengambilan keputusan untuk melakukan rencana bisnisnya dan merealisasikan pencapian bisnisnya. Dalam dunia bisnis saat ini, penerapan dari teknologi informasi untuk menentukan strategi perusahaan adalah salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan performa bisnis.

Strategi TI diperlukan untuk :

  • Pengetahuan mengenai teknologi baru
  • Dilibatkan dalam perencanaan taktis dan strategis
  • Dibahas dalam diskusi perusahaan
  • Memahami kelebihan dan kekurangan teknologi

Dengan semakin berkembangnya peranan teknologi informasi dalam dunia bisnis, maka menuntut manajemen SI/TI untuk menghasilkan Sistem Informasi yang layak dan mendukung kegiatan bisnis. Untuk itu, dituntut sebuah perubahan dalam bidang manajemen SI/TI. Perubahan yang terjadi adalah dengan diterapkannya Perancangan Strategis Sistem Informasi untuk memenuhi tuntutan menghasilkan SI yang mendukung kegiatan bisnis suatu organisasi. Seiring dengan perkembangan zaman dan dunia bisnis, peningkatan Perencanaan Strategis Sistem Informasi menjadi tantangan serius bagi pihak manajemen SI/TI.

SI/TI sebagai Enabler, Organisasi/perusahaan dituntut untuk mengaplikasikan teknologi bukan hanya untuk menjaga eksistensi bisnisnya melainkan juga untuk menciptakan peluang dalam persaingan. Pemahaman mengenai peran pengembangan teknologi dan sistem informasi diperlukan untuk mengelola teknologi dan sistem informasi dalam organisasi itu sendiri.

IT mendukung perusahaan/organisasi di level

Relevan dengan target pencapaian jangka panjang dan bisnis secara keseluruhan

Diperlukan untuk mencapai rencana dan tujuan strategis dalam rangka melakukan perubahan menuju sukses

Proses dan aksi yang harus dilakukan sehari-hari untuk menjaga kinerja

3.6 Peranan CIO Dalam Perusahaan

Chief Information Officer (CIO) adalah jabatan untuk kepala teknologi informasi dalam sebuah organisasi. CIO biasanya melaporkan ke salah satu kepala keuangan atau, dalam TI yang berpusat pada organisasi, untuk kepala eksekutif.
 Chief Information Officer (CIO) adalah jabatan umum diberikan kepada orang di suatu perusahaan bertanggung jawab untuk teknologi informasi dan sistem komputer yang mendukung tujuan perusahaan. Sebagai teknologi informasi dan sistem menjadi lebih penting, CIO telah datang untuk dilihat di banyak organisasi sebagai kontributor kunci dalam merumuskan tujuan strategis. Biasanya, CIO dalam keputusan perusahaan besar delegasi teknis kepada karyawan lebih akrab dengan rincian. Biasanya, seorang CIO mengusulkan teknologi informasi suatu perusahaan perlu untuk mencapai tujuannya dan kemudian bekerja dalam anggaran untuk melaksanakan rencana tersebut. Biasanya, seorang CIO terlibat dengan menganalisis dan proses pengerjaan ulang bisnis yang ada, dengan mengidentifikasi dan mengembangkan kemampuan untuk menggunakan alat-alat baru, dengan membentuk kembali infrastruktur fisik perusahaan dan akses jaringan, dan dengan mengidentifikasi dan mengeksploitasi sumber-sumber pengetahuan perusahaan. Banyak CIO menuju upaya perusahaan untuk mengintegrasikan Internet dan World Wide Web ke kedua strategi jangka panjang dan rencana segera bisnis.

Keunggulan posisi CIO telah meningkat sangat sebagai teknologi informasi telah menjadi bagian yang lebih penting dari bisnis. CIO dapat menjadi anggota dari dewan eksekutif organisasi. Sementara pekerjaan CIO judul dimulai di Amerika Serikat, secara perlahan menggantikan Direktur TI sebagai judul TI eksekutif senior di Eropa dan Asia.

Meskipun tidak ada kualifikasi khusus yang khas dari CIO pada umumnya, secara historis banyak CIO memiliki gelar dalam ilmu komputer, rekayasa perangkat lunak, atau sistem informasi. CIO semakin mendapatkan gelar MBA untuk memperkuat bisnis mereka keterampilan manajemen. Baru-baru kepemimpinan CIO ‘kemampuan, ketajaman bisnis dan perspektif strategis telah mengambil diutamakan daripada keterampilan teknis. Sekarang sangat umum bagi CIO untuk diangkat dari sisi bisnis organisasi, terutama jika mereka memiliki keterampilan manajemen proyek.

Peran CIO juga kadang-kadang digunakan secara bergantian dengan Chief Technology Officer (CTO) peran, meskipun mereka mungkin sedikit berbeda. Ketika kedua posisi yang hadir dalam sebuah organisasi, CIO umum bertanggung jawab untuk proses dan praktik yang mendukung arus informasi, sedangkan CTO umum bertanggung jawab untuk infrastruktur teknologi.

Pentingnya teknologi memperkuat peran CIO dalam perusahaan. Para CIO diharapkan dapat mendapatkan data dan insight dengan memanfaatkan teknologi sehingga bisa memberi sumbangsih pada pengembangan bisnis perusahaan. Dengan tuntutan ini, CIO menjadi sangat berpengaruh pada keputusan yang diambil dalam sebuah perusahaan.
Seiring perubahan yang terjadi pada posisi CIO, maka ada perubahan peran juga dalam pekerjaannya. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah pada penyederhanaan. Lebih dari 80 persen CIO (86 persen ASEAN dan 94 persen global) mengatakan bahwa mereka berencana untuk menyederhanan proses internal. Hal lainnya, para CIO juga berusaha mendekatkan diri dengan pelanggan.

Disinilah CIO dituntut perannya. CIO harus bisa membuat suatu perusahaan mendapat profit margin yang besar akibat adanya perubaha-perubahan teknologi, pasar dan regulasi yang membawa dampak perubahan perilaku bisnis.

Menurut Indra Utoyo, Direktur Teknologi Informasi/CIO PT Telkom Tbk, CIO memiliki peran dalam mengeliminasi kompleksitas dengan memilih teknologi yang bisa mendukung sasaran kegiatan bisnis. Dan hal itu dimulai dari praktek-praktek manajemen, bukan dari teknologinya.

Menurut Presiden Direktur IBM Indonesia Betti Alisjahbana, peran CIO sekarang adalah menjadi TI pemberdaya dan katalis inovasi. Tujuannya adalah untuk menentukan arah bisnis strategis dan menawarkan ide-ide baru serta menyejajarkan TI sedemikian rupa sehingga memberikan manfaat bisnis. Jadi, peran CIO berubah dari business support menjadi business enabler3)

Tugas CIO : Munculnya tugas dan wewenang CIO di bidang strategis dan semakin meningkatnya peran tersebut. CIO harus mengenali pengaruh TIK terhadap organisasi, menentukan arah / strategi TIK yang menjamin adanya keselarasan antara strategi bisnis dan strategi TIK

Antisipasi perubahan teknologi, market dan regulasi.

Kemampuan mengenali perkembangan, potensi teknologi dan bisnis TIK dalam konteks pemanfaatan peluang bagi organisasi dan transformasi organisasi dan perlu menekankan kepada pelaku organisasi tentang pentingnya era web-based services dibandingkan kemajuan teknologinya sendiri
CIO bertugas mengorganisasikan dan melindungi asset-aset TI perusahaan

Menentukan dan menjamin tatakelola TIK yang benar dan baik dalam organisasi sehingga dinamika organisasi selalu menuju pada tujuannya.
CIO bertugas sebagai visioner yang memimpin dan mengendalikan strategi perusahaaan.

Merumuskan visi dan misi; menterjemahkannya menjadi tujuan organisasi; kemudian menjalankan dan memimpin organisasi TIK untuk mencapai hasil-hasil sesuai visi, misi dan tujuan organisasi
CIO menjadi leader dalam pengukuran dan pengembangan new computing.

Mendemonstrasikan dan melakukan pengukuran nilai dari TIK, secara proaktif mengatur performansi berdasarkan hasil yang didapatkan.
CIO bertugas untuk menjembatani Gagap teknologi

Mendistribusikan teknik baru hasil pengembangan, alat dan pendekatan yang dilakukan

Persyaratan CIO

Untuk menjadi CIO, orang harus memenuhi persyaratan CIO, antara lain:
Figur CIO adalah yang memiliki kemampuan bisnis

Kebutuhan perusahaan terhadap figur CIO mengalami pergeseran. Rata-rata figur CIO yang dicari adalah yang memenuhi persyaratan dan kompetensi yang lebih tinggi, serta memenuhi kriteria business people, bukan techno people. Bahkan banyak perusahaan saat ini yang mencari CIO yang memiliki latar belakang keuangan. Oleh karena itu CIO harus mempunyai kompetensi kepemimpinan bisnis seperti negosiasi, hubungan dengan pelanggan, kontrak, kemampuan tentang manajemen perubahan karena perubahan yang cepat di bidang teknologi, market dan regulasi.

Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik.

Pada ummumnya Profesional TI suka akan informasi terbaru dari teknologi terbaru. Sehingga lebih banyak berinteraksi dengan mesin daripada dengan manusia lain. Atau biasa disebut “technologist” yang pendiam dan tertutup dalam hubungan sosial tetapi cenderung kompleks, detil dan komplit saat bicara tentang bidang yang memang disukainya.

Berbeda dengan pola komunikasi seorang “businessman” yang lebih generalis dan menyukai solusi yang sederhana, sering bermetafora dalam negosiasi dan lobi.
Pengetahuan manajemen yang bagus

CIO juga harus “mengerti” seluk beluk bisnis dan manajemen, mengerti arti investasi dan menerjemahkannya dalam bentuk hitungan finansial bisnis (misalnya ROI, Cashflow, NPV), dapat menjalankan fungsi manajemen lintas departemen, dan menciptakan value bagi peningkatan revenue perusahaan melalui TI dengan strategi bisnis yang tepat. Dengan demikian CIO harus memiliki kompetensi di bidang manajemen teknologi informasi, perencanaan strategis teknologi informasi, manajemen proyek teknologi informasi
MempunyaiSoft-skills dan Hard-skill yang bagus

CIO harus mempunyai kompetensi di bidang teknis yaitu kompetensi penguasaan teknologi informasi. Sepuluh hal-hal dasar yang diinginkan dari seorang CIO di Indonesia adalah kemampuan soft-skill dan hard-skill.

Kemauan belajar hal baru, Jujur, Kreatif/inovatif, Bahasa Inggris, Disiplin, Kemampuan analisis, Kemampuan bekerja dalam tim, Ketrampilan interpersonal, Komunikasi lisan, Problem solving skills

Keamanan jaringan (networking security), Algoritma, Perancangan basisdata, Struktur data, Administrasi jaringan, Ketrampilan terkait dengan hardware, Metode pengembangan system informasi, Object oriented analysis/ design/ programming, SQL, TCP/IP

Problematika yang dihadapi CIO

Dalam pekerjaanny, seorang CIO akan menghadapi banyak masalah. Masalah-maslah yang sering dihadapi8) antara lain :

Rank Issue

1 IT and Business Aligment

2 Attracting, developing, retaining IT Professional

3 Security and Privay

4 IT Strategic Planning

5 Speed and Agility

6 Government Regulation

7 Complexity reduction

8 Measuring the performance of the IT Organization

9 Creating an information Architecture

10 IT Governance

Peranan CIO di PT.xxx

Berdasarkan 3 kelompok perubahan yaitu teknologi, market dan regulasi, maka CIO-nya dituntut untuk :
Menguasi kemajuan di bidang teknologi.

Perubahan yang sangat cepat di bidang teknologi dengan munculnya teknologi-teknologi seperti GPRS, CDMA-200, cdma-2000 EV-DO, 3G, WiMax, dll sangat perlu di antisipasi dan katalog-kan. Saat ini bisnis yang diterjuni adalah : Teknolgi Akses Radio GSM, 2.5G, 3G dan 3,5G Teknologi Akses Radio cdma2000, cdma2000 EV-DV dan cdma 2000 EV-DO Teknologi Akses OAN, MS-OAN Teknologi Transport SDH Optik, NGN SDH Teknologi Transport SDH dan PDH Radio Teknologi Next Generation Network Teknologi Civil, Mechanical, Electrical seperti Tower, Shelter dan Gedung, Genset Teknologi Akses berbasis IP Pre-Wimax, Wimax

Menguasai pemahamam tentang Market

Perubahan teknologi dan kemajuan industri menyebabkan globlasisasi sehingga terbuka peluang bagi vendor-vendor di luar masuk ke Indonesia beserta teknologinya. Hal ini memang tidak bisa dibendung. Sehingga perusahaan harus mengubah strategi-nya.

Salah satu contoh perubahan strategi ini sudah dialami oleh perusahaan telekomunikasi asal Amerika, yaitu Motorola. Motorola melakukan produksi di China agar memperoleh harga produk yang murah dan dekat dengan pasar Asia.

Sebagai contoh persaingan adalah :

  • Produk dari China ZTE untuk CDMA, OAN, MS-OAN dan Aksesories
  • Produk dari China Huawei untuk CDMA, OAN, MS-OAN dan Aksesories
  • Produk dari Taiwan Repeater seperti Comba
  • Produk dari Korea untuk CDMA, Transmisi dan Aksesories
  • Produk-produk dari Eropa Untuk GSM seperti Nokia, Siemen, Ericsson, Motorola

Perubahan Strategi ini harus di dukung dengan informasi-informasi bisnis dan juga teknologi yang tepat. Selain munculnya producen-produsen dari asia, munculnya operator-operator baru memunculkan pula pola bisnis baru. Operador Baru dengan dana yang tidak terlalu besar, harus bersaing dengan operador-operator lama yang sudah melampui Break Event Point. Dengan coverage yang sangat luas tentunya dibutuhkan dana yang sangat besar. Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, maka muncul pola baru :

– Pola Build, Operate and Transfer ( BOT )

– Pola Build, Operate – Leased ( BOL )

– Pola Sharing Infrastruktur
Menguasai pengetahuan tentang Regulasi

Munculnya perubahan teknologi menjadikan munculnya aturan-aturan baru.

  • Kewajiban bagi operator untuk menyediakan Layanan Universal USO
  • Seperti aturan frekuensi 3 G dan telah dilakukannya lelang frekuensi 3 G,
  • frekuensi WiMAx yang belum ditentukan,
  • aturan VoIp, Multimedia dan mungkin juga aturan tentang Unified License.

Disinilah PT.xxx dituntut untuk memperjuangkan kepentingannya di bidang regulasi. Dengan mencermati perkembangan-perkembangan teknologi, market dan regulasi, maka CIO dituntut untuk mengikuti perubahan dengan memperhatikan kondisi perusahaan. Kondisi perusahaan saat ini adalah :
Strategi

Menjadi penyedia jasa bagi pelanggan. Saat ini PT.xxx menjadi penyedia jasa di operator-operator telekomunikasi seperti TELKOM, INDOSAT GROUP, TELKOMSEL, MOBILE 8, XL, ESIA. Di bidang teknologi, xxx tidak mempunyai core produk. Strategi bisnis yang sudah berhasil dilakukan selama ini adalah sebagai main kontraktor dengan pembiayaan sendiri atau dengan pola Konsorsium. Di bidang regulasi, xxx tidak dapat mempengaruhi regulasi.

Dengan perubahan-perubahan tersebut maka seorang CIO bertugas untuk membantu : Menyediakan infrastruktur untuk Decision Making

Koordinasi dengan berbagai divisi bisnis untuk melakukan pemilihan partner, produk, dan pelanggan Arsitektur IT. Seorang CIO harus bisa memotret keadaan IT di perusahaan dan kemudian melakukan analisa apakah sistem informasi tersebut sudah efektif. Pada umumnya sistem yang digunakan adalah de-sentralisasi di berbagai Divisi, bahkan seperti PT.xxx tidak mempunyai Divisi khusus yang menangani IT. Sehingga jika terjadi gangguan, tidak ada kejelasan tanggung jawab. Biasanya di departemen-departemen tersedia aplikasi-aplikasi yang berbeda. Demikian juga data-data. Data-data lebih banyak tersimpan di pengguna, sehingga tidak ada sharing data. Masing-masing divisi mempunyai kebijakan-kebijakan sendiri. Produk kadang-kadang ditangani oleh banyak divisi sehingga terjadi double investasi, double SDM dan terjadi perbedaan-perbedaan harga untuk produk yang sama..

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Sistem informasi adalah suatu sistem yang terintegrasi secara professional untuk menjadi dasar bagi manajemen dalam pengambilan keputusan serta membantu kegiatan operasional perusahaan. Dengan adanya sistem informasi juga proses bisnis serta penyampaian komunikasi antar karyawan satu dengan yang lainnya bisa berjalan lancar. informasi yang terdapat di perusahaan menjadi batasan waktu dalam pencapaian kesuksesan, sehingga apabila penyampaian informasi dilakukan secara lambat maka akan mempengaruhi manajemen dalam pengambilan keputusan yang efektif dan efisien. Pada kasus ini, maka yang menjadi tempat studi kasus adalah PT. Telkom Cabang Bogor.

Peranan sistem informasi secara keseluruhan pada PT. Telkom terbagi menjadi kedalam dua bagian sistem informasi penting, yaitu OSS atau Operations Support Systems dan MSS atau Management Support Systems. Pada OSS terdapat empat pendukung sistem lainnya, yaitu TPS, sebagai sistem informasi lintas fungsi yang memproses data dari transaksi bisnis. Pada PT. Telkom, TPS digunakan sebagai pengumpul data pelanggan dan output nya digunakan oleh CRM. Selain itu, ada ECS, sebagai media komunikasi utama yang diposisikan sebagai wahana kolaborasi dan sharing informasi dan knowledge baik antara pimpinan dengan staff, antara manajemen dengan karyawan dan antar karyawan. Kemudian ada SPS atau Specialized Processing System dan PCS atau Process Control System.

Pada bagian MSS atau Management Support Systems terdapat empat pendukung sistem lainnya, yaitu MIS Untuk memfasilitasi proses kerja seluruh karyawan, Telkom membangun infrastruktur komunikasi yang terintegrasi untuk mempermudah koordinasi kebijakan dan sosialisasi strategi bisnis Perusahaan antara pembuat kebijakan, pengelola SDM dan karyawan. Yang kedua ada DSS, sebagai metode pengambilan keputusan yang taktis untuk pengembangan fasilitas telekomunikasi diperlukan karena perubahan kriteria dan asumsi pendukung yang juga berubah dengan sangat cepat. Di dalam hal ini PT TELKOM membuat suatu aplikasi yang dapat dipergunakan untuk mempermudah PT. Telkom dalam pengambilan keputusan yang cepat dan akurat yang diambil berdasarkan data dan fakta yang berada di lapangan. Kemudian ada SPS, yang bisa disebut dengan pengelolaan pengetahuan di perusahaan yang juga difokuskan untuk menciptakan nilai bisnis yang bisa menghasilkan keunggulan kompetitif yang brekesinmabungan dengan mengoptimalkan proses penciptaan, berbagi, dan pemanfaatan pengetahuan yang dibutuhkan perusahaan. Serta pendukung keempat adalah EIS.

Pengembangan Human Resource pada PT. Telkom diakitkan dengan beberapa sistem informasi yang telah disebutkan sebelumnya. Ketika sumber daya dalam perusahaan bisa memanfaatkan sistem informasi yang ada didalamnya dengan sebaik-baiknya, maka penyampaian informasi yang terstruktur, terkait tujuan perusahaan, bisa meningkatkan efektifitas sehingga manajer bisa percaya dan tepat waktu untuk mengambil keputusan terutama yang berhubungan dengan operasional bisnisnya.

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA