Tuliskan salah satu contoh produksi dengan memanfaatkan bentuk

Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan individu atau kelompok untuk memperoleh barang dan atau jasa guna memenuhi kebutuhan hidupnya dengan saling mempertukarkan atau menukarnya dengan mata uang.

Kegiatan ekonomi manusia pada jaman dulu adalah barter atau saling mempertukarkan barang. Nelayan menukar ikan hasil tangkapannya dengan beras dengan petani.

Nelayan tentu tidak bisa menanam padi di pantai. Begitu juga petani yang berada di pegunungan, tidak bisa setiap hari menangkap ikan di laut.

Baca Juga: 

Jadi pertukaran ikan dan beras membuat petani dan nelayan mendapatkan barang yang diinginkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Membawa barang untuk saing dipertukarkan, tentu merepotkan. Hingga akhirnya disepakati penggunaan mata uang untuk transaksi penukaran. Tempat saling bertemu pun, menjadi pasar.

Kini, di era modern transaksi dilakukan menggunakan mata uang digital. Tanpa mengeluarkan uang logam atau kertas, untuk mendapatkan barang dan jasa bisa dilakukan dengan transaksi elektronik.

3 Kegiatan Ekonomi

Tadi sudah kita ulas bahwa untuk memenuhi kebutuhan dilakukan pertukaran dengan mata uang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, orang bekerja dengan berbagai cara. Contohnya, nelayan menangkap ikan. Petani menanam tanaman. Peternak memelihara ayam, kambing, sapi dan berbagai jenis hewan lainnya.

Ada banyak kegiatan ekonomi seperti perikanan, perindustrian, konstruksi, perhutanan, peternakan, pertambangan, jasa dan lain sebagainya. Kegiatan itu, diklasifikasikan menjadi 3 bidang yakni produksi, distribusi dan konsumsi.

Baca Juga: Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

Berikut penjelasan 3 kegiatan ekonomi:

Kegiatan Produksi

Produksi adalah segala kegiatan yang menghasilkan barang dan atau jasa serta menambah nilai guna suatu barang dan jasa.

Petani menanam padi, merawat tanamannya dengan memberi pupuk, memanen padi. Kemudian mengolah gabah menjadi beras adalah kegiatan produksi. Pengrajin meja dan kursi, mengolah kayu menjadi kusi sekolah juga merupakan produksi.

Kegiatan produksi tidak hanya memproduksi barang saja. Tetapi juga jasa. Guru, penerjemah, dosen, jaksa adalah contoh kegiatan produksi jasa. Orang yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen.

Kegiatan Distribusi

Barang dan jasa yang diproduksi harus dihantarkan ke pasar atau ke pada penggunanya. beras hasil olahan petani di pedesaan, harus dibawa ke kota untuk dimasak penduduk kota. Demikian juga udan hasil tangkapan nelayan, tentunya harus dihantarkan ke pasar.

Kegiatan menyalurkan barang hasil produksi ini disebut kegiatan distribusi. Orang, kelompok, atau lembaga yang melakukan distribusi disebut distributor. Kegiatan distribusi juga termasuk mengelola gudang sementara tempat baran dari produsen sebelum dihantarkan ke penggunanya.

Kegiatan Konsumsi

Konsumsi merupakan kegiatan untuk mengurangi suatu nilai guna barang atau jasa. Contohnya, beras hasi produksi petani dibeli oleh sebuah keluarga sebanyak 10 kilogram dan diolah menjadi nasi. Hasil produksi berkurang melalui konsumsi dari keluarga tersebut.

Pelaku berupa orang, kelompok atau lembaga yang melakukan kegiatan konsumsi disebut sebagai konsumen. Konsumen, meliputi rumah tangga, pemerintah dan perusahaan industri.

Tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi disebut pasar.

Usaha Bidang Ekonomi

Sumber daya alam tersebut apabila dikelola dalam kegiatan ekonomi dapat digolongkan dalam jenis usaha antara lain sebagai berikut:

Usaha Agraris

Usaha agraris bergerak dalam pengelolaan usaha tanah seperti pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan lain-lain. Dalam pengelolaannya, usaha ini berkaitan dengan keadaan alam seperti iklim, cuaca, keadaan tanah, air, dan sebagainya.

Usaha Ekstraktif

Usaha ekstraktif kegiatannya mengolah dan mengelola penggalian, mengambil, mengumpulkan kekayaan dari alam yang sudah tersedia, seperti pertambangan, pembuatan garam, serta budidaya mutiara.

Usaha Industri

Usaha industri adalah usaha mengolah bahan mentah menjadi barang siap untuk dikonsumsi. Bahan-bahan mentah didapatkan dari sumber daya alam yang ada.

Usaha Jasa

Usaha-usaha di atas harus ditunjang dengan usaha jasa seperti jasa angkutan, pergudangan, keuangan dan lain-lain.

KOMPAS.com - Produksi adalah salah satu bentuk kegiatan menghasilkan barang atapun jasa untuk keperluan ekonomi.

Produksi tidak berlaku untuk benda yang dibuat hanya untuk kesenangan atau hiburan. Kegiatan produksi sangatlah bervariasi bergantung kepada bidang garapannya.

Kegiatan produksi dibagi menjadi lima jenis yaitu produksi ektraktif, agraris, industri, perdagangan, dan jasa.

Produksi ekstraktif

Dilansir dari Open Development Mekong, produksi ekstraktif adalah kegiatan produksi yang mengekstraksi bahan mentah dan mineral dari dalam Bumi.

Baca juga: Apa itu Pasar Barang Konsumsi dan Produksi?

Contoh produksi ekstraktif adalah petambangan minyak bumi, pengeboran gas, dan pertambangan mineral bumi seperti besi, bauksit, nikel, tembaga, timah, batu kapur, batu giok, intan, perak, perunggu, serta emas.

Tidak hanya bahan mentah, produksi ekstraktif juga adalah segala kegiatan mengambil sumber daya alam bumi secara langsung. Sehingga penangkapan ikan, produksi garam, dan penebangan pohon di hutan juga merupakan bentuk produksi ekstraktif.

Produksi Agraris

Produksi agraris adalah jenis kegiatan produksi yang mengolah hasil alam untuk membuat suatu barang yang memiliki nilai ekonomi.

Tidak seperti produksi ektraktif yang hanya mengekstrak hasil bumi yang telah ada, dalam produksi agraris manusia turut andil dalam pembentukan hasil bumi tersebut.

Contoh kegiatan produksi agraris adalah pertanian (mengolah tanah, menanam sayur, buah, biji-bijian, dan bunga), perkebunan (kelapa sawit, kayu seperti jati dan mahoni, the, kopi, karet, tebu, kelapa, dan buah-buahan), peternakan (ayam, sapi, kambing, kerbau, dan binatang ternak lainnya), serta budi daya hewan laut (tambak udang, kepiting, lobster, lele, dan ikan lainnya).

Baca juga: Barang Bebas: Pengertian, Produksi, Cara Memperoleh, dan Contohnya

Produksi industri

Produksi industri adalah jenis kegiatan produksi yang mengolah bahan mentah dari bumi menjadi bentuk lain, baik barang setengah jadi maupun barang jadi yang bisa langsung dikonsumsi.

Brilio.net - Produksi secara etimologis, merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu “To Produce” artinya adalah menghasilkan. Jadi, definisi dari produksi adalah suatu kegiatan yang menghasilkan atau menambah nilai guna dari suatu barang atau jasa yang melalui beberapa proses tertentu.

BACA JUGA :
Pengertian teks berita, unsur, struktur, kaidah, jenis dan contohnya

Dilansir brilio.net dari berbabagi sumber, Jumat (25/3) berikut ulasan mengenai produksi.

Pelaku atau orang yang melakukan kegiatan produksi disebut dengan produsen, baik individu atau organisasi. Sedangkan barang yang dihasilkannya disebut dengan produk, baik berupa barang atau jasa.

BACA JUGA :
Kalimat imperatif adalah: ini pengertian, ciri-ciri, dan jenisnya

foto : pixabay.com

Selain penjelasan diatas mengenai pengertian produksi secara umum, ada juga beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian produksi tersebut. Berikut ini beberapa ahli yang menyampaikan pendapatnya.

1. Menurut Kahf

Menurut seorang ahli yang bernama Kahf, mengatakan bahwa pengertian produksi adalah suatu usaha yang dimiliki oleh manusia untuk memperbaiki kondisi fisik dari material, tapi tidak hanya itu saja, usaha tersebut juga untuk memperbaiki moralitas, dengan tujuan untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat seperti yang sudah ditentukan didalam agama masing – masing.

2. Menurut Siddiqi

Seorang ahli yang bernama Siddiqi, mengemukakan bahwa pengertian produksi adalah suatu kegiatan untuk menyediakan barang atau jasa dengan memperhatikan sebuah nilai keadilan serta manfaat untuk masyarakat. Menurut pandangan beliau, selama produsen berperilaku adil dan membawa kebaikan untuk masyarakat, maka produsen sudah berperilaku islami.

3. Menurut Sadono Sukirno

Seorang ahli yang bernama Sadono Sukirno, mengatakan bahwa produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan dan dilakukan oleh manusia untuk menghasilkan dan menciptakan suatu produk, baik berupa barang atau jasa sehingga dapat dimanfaatkan oleh para konsumen.

4. Menurut Magfuri

Menurut seorang ahli yang bernama Magfuti, produksi adalah kegiatan mengubah suatu barang agar memiliki manfaat dalam memenuhi setiap kebutuhan manusia. Maka, produksi adalah segala bentuk kegiatan untuk menghasilkan atau menciptakan serta menambah nilai guna terhadap suatu benda yang memiliki manfaat untuk memuaskan orang lain menggunakan sarana pertukaran.

5. Menurut Murti Sumarti dan John Soeprihanto

Murti Sumarti dan John Soeprihanto, mengatakan bahwa pengertian produksi adalah segala kegiatan dalam menghasilkan atau menciptakan serta menambah nilai guna suatu barang atau jasa, yang mana dalam melakukan kegiatan tersebut dibutuhkan beberapa faktor produksi.


Fungsi dan Tujuan Produksi

foto : pixabay.com

Fungsi Produksi

Berdasarkan dari pengertian produksi yang sudah dijelaskan diatas, ada beberapa fungsi dari kegiatan produksi tersebut, yaitu di antaranya adalah :

1. Menciptakan Nilai Guna

Kegiatan produksi memiliki fungsi untuk menghasilkan atau menciptakan suatu nilai guna dari suatu produk, baik itu barang atau jasa. Sebuah bahan baku yang mana awalnya tidak memiliki nilai guna, lalu barang tersebut melewati proses produksi sehingga barang tersebut mempunyai nilai guna.

Misalnya adalah:

Benang wol atau bahan-bahan yang lainnya, yang mana setelah diproses akan menghasilkan barang baru berupa sebuah pakaian atau lainnya.

Material kayu, pasir, batu, serta bahan-bahan lainnya, yang mana setelah diproses dapat dijadikan untuk membangun sebuah bangunan seperti rumah, gedung, dan lain sebagainya.

2. Menambah Nilai Guna

Kegiatan produksi juga mampu menambah nilai guna dari suatu barang, yang mana awalnya sudah memiliki manfaat atau kegunaan tertentu, lalu dengan adanya proses produksi, barang tersebut mempunyai nilai guna tambahan. Kegiatan tersebut bisa juga menghilangkan fungsi awal dari suatu barang sehingga menjadi fungsi baru.

Misalnya adalah :

- Melakukan modifikasi terhadap kendaraan bermotor seperti mobil, motor, sehingga mempunyai kecepatan yang lebih baik dari sebelumya.

- Melakukan renovasi terhadap sebuah rumah, sehingga menjadi sebuah bengkel restoran, dan lain sebagainya.

Tujuan Produksi

Berdasarkan pengertian dan fungsi diatas, adapun beberapa tujuan dari kegiatan produksi ini adalah sebagai berikut :

1. Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Setiap masyarakat, baik individu atau organisasi pasti mempunyai berbagai macam kebutuhan untuk menjalankan kehidupannya.

Seorang produsen melaksanakan kegiatan produksi tersebut untuk menciptakan produk atau untuk menambah suatu nilai guna dari sebuah produk agar kebutuhan dari masyarakat tersebut bisa terpenuhi dengan baik.

2. Mendapatkan Keuntungan

Setiap seorang produsen pasti mengharapkan adanya laba atau keuntungan dari setiap kegiatan produksi yang ia lakukan.

Untuk melakukan sebuah kegiatan produksi pasti memerlukan modal awal. Maka, ketika produk yang diciptakan dapat disalurkan atau dijual ke masyarakat, maka setiap produsen pasti menginginkan sebuah margin keuntungan.


Jenis Produksi

foto : pixabay.com

Berdasarkan pengertian produksi sebelumnya, ada beberapa jenis produksi yang bisa dibedakan, yaitu berdasarkan barang yang dihasilkan atau diciptakan serta cara untuk memanfaatkan beberapa sumber daya alam. Berikut ini ulasan tentang jenis produksi.

1. Produksi Agraris

Produksi agraris merupakan suatu kegiatan produksi yang menggunakan dan memanfaatkan beberapa sumber daya alam agar dapat menciptakan atau menghasilkan produk berupa barang atau jasa dengan melakukan beberapa tahap pengelolaan yang baik.

Dan kegiatan pengelolaan pada alam tersebut akan menciptakan dan menghasilkan produk berupa barang atau jasa yang masyarakat butuhkan. Contoh dari produksi agraris adalah:

Menanam sayuran, buah – buahan, lalu hasil panennya di jual ke masyarakat, baik pedagang atau konsumen.
Beternak udang, lele, dan lainnya, lalu hasil panennya di jual ke masyarakat, baik itu pedagang ikan atau konsumen langsung.

2. Produksi Industri

Produksi industri merupakan suatu kegiatan produksi yang memiliki tujuan untuk mengubah atau mengolah bahan baku atau bahan mentah menjadi sebuah barang setengah jadi atau berupa barang jadi yang mana barang tersebut akan dijual ke masyarakat, baik itu pengusaha atau konsumen.

Contoh dari produksi industri adalah:

Perusahaan makanan setengah jadi menjual barangnya kepada pengusaha makanan, misalnya seperti biji jagung.
Lalu pengusaha yang menjual makanan ringan tersebut mengolah atau mengubah biji jagung menjadi popcorn, kemudian akhirnya dijual ke konsumen langsung.

3. Produksi Ekstraktif

Produksi ekstraktif merupakan suatu kegiatan produksi yang mana bahannya diambil dari sumber daya alam yang ada di dalam bumi, lalu barang tersebut dijual ke perusahaan lainnya agar dapat diolah dan diproses menjadi barang baru.

Contoh dari produksi ekstraktif adalah:

Penambangan emas.

Penambangan minyak bumi.

Penambangan batu bara.

4. Produksi Perdagangan

Produksi perdagangan merupakan suatu kegiatan produksi yang memiliki peran sebagai perantara atau penghubung antara produsen dan konsumen.

Contoh dari produksi perdagangan adalah:

Membeli barang dari hasil pertanian yang diolah oleh para petani, lalu menjualnya ke perusahaan – perusahaan dagang atau kepada konsumen langsung.

Membeli barang dari hasil peternakan yang diproses oleh para peternak, lalu menjualnya ke perusahaan -perusahaan dagang atau kepada konsumen langsung.

5. Produksi Jasa

Produksi jasa merupakan suatu kegiatan produksi yang memiliki tujuan untuk menjualkan jasa yang berupa suatu keahlian tertentu yang mampu menangani atau memecahkan masalah orang-orang.

Contoh dari produksi jasa adalah:

Jasa dokter yang membantu pasien untuk menyembuhkan penyakitnya.

Jasa bengkel mobil yang membantu orang untuk memperbaiki mobil yang rusak.

6. Produksi Pengangkutan

Produksi pengangkutan merupakan suatu kegiatan produksi yang memiliki tujuan untuk melayani pendistribusian atau pemindahan suatu barang yang dikirim dari produsen menuju ke tempat terdekat dengan para konsumen.

Contoh dari produksi pengangkutan adalah:

Mengangkut beberapa hasil pertanian dari tempat pertanian menuju ke pasar agar dapat dijual kepada konsumen.

Mengangkut beberapa bahan sembako ke beberapa toko-toko kelontong agar dapat dijual kepada konsumen.


Contoh Kegiatan Produksi

foto : pixabay.com

1. Pabrik baju membuat baju

Awalnya pabrik baju dibuat menggunakan barang mentah, kemudian diolah dan diproses menjadi barang setengah jadi, kemudian selanjutnya diolah kembali menjadi barang jadi, misalnya seperti baju, celana, dan lain sebagainya, lalu dipasarkan atau dijual ke seluruh daerah.

2. Membuat televisi dan HP

Sebuah pabrik elektronik menghasilkan barang – barang eletronik, misalnya seperti televisi, handphone, dan lain sebagainya, dan barang – barang tersebut dapat digunakan didalam kehidupan sehari – hari.

3. Petani menggiling padi menjadi beras

Para petani setelah memanen ladang atau sawahnya, kemudian mereka memprosesnya dengan melakukan penggilingan agar dapat menghasilkan beras yang kita gunakan untuk makan sehari – hari.

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA