Jelaskan hubungan gejala sosial dengan perubahan sosial

tirto.id - Cabang-cabang ilmu sosiologi meliputi sosiologi pendidikan, agama, hukum, keluarga, industri, pembangunan, politik, pedesaan, perkotaan, hingga kesehatan.

Sosiologi sendiri adalah pelajaran yang menelaah struktur sosial dan prosesnya di dalam masyarakat. Pengaruh antara manusia satu sama lain dalam interaksi memberikan dampak yang ternyata bisa menciptakan perubahan sistem sosial dan budaya suatu masyarakat.

Advertising

Advertising

Sejalan dengan itu, Pitirim A. Sorokin dalam Contemporary Sociological Theories (1928:760-762)menjelaskan, sosiologi diartikan sebagai ilmu hubungan dan pengaruh timbal balik berbagai gejala sosial di muka bumi, seperti ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, hingga manusia dengan politik.

Jika sebelumnya dikaitkan dengan manusia, namun ternyata ruang lingkupnya tidak hanya itu. Pitirim A. Sorokin juga mencantumkan gejala non-sosial yang bisa mempengaruhi kehidupan sosial, seperti bencana alam dan hal lain yang semacamnya.

Cabang-Cabang Ilmu Sosiologi

Terdapat beberapa cabang dari ilmu sosiologi, meliputi sosiologi pendidikan, agama, hukum, keluarga, industri, pembangunan, politik, pedesaan, perkotaan, dan kesehatan. Sepuluh cabang ini memiliki pengertiannya masing-masing.

Sosiologi Pendidikan

Diterapkan sebagai solusi pemecahan masalah pendidikan yang mendasar. Zainuddin Maliki dalam Sosiologi Pendidikan (2000:5) menerangkan, sosiologi pendidikan mengkaji bagaimana sebuah institusi sosial bisa memberikan pengaruh pada pendidikan dan sebaliknya.

Timbal balik di antara kedua sisi, baik pendidikan dan sosiologi, tidak dapat terpisahkan untuk bisa memajukan sistem pendidikan serta menimbulkan terjadinya perkembangan sosial. Dengan kata lain, pendidikan memberikan perubahan sosial dan kehidupan sosial memengaruhi perubahan bentuk pendidikan.

Sosiologi Agama

Hubungan antara masyarakat dengan agama tidak dapat terpisahkan. Fenomena dari kedua sisi ini ternyata bisa menghasilkan sebuah pola tertentu di sistem sosial bermasyarakat suatu kelompok.

Dalam Sosiologi Agama (2017:5) Agus Machfud Fauzi mengungkapkan, sosiologi agama mengkaji wilayah agama, yakni sebuah bagian dari kenyataan sosial yang ada dan memiliki hubungan dengan manusia. Nilai dan norma agama yang dianut seseorang atau masyarakat akan dijadikan sebagai bahan analisisnya.

Sosiologi Hukum

Ketika menjalankan kehidupan bermasyarakat, manusia bersinggungan langsung dengan hukum yang sifatnya mengatur.

Mengutip pendapat Soerjono Soekanto yang termuat dalam Sosiologi Hukum (2017:4) karya Fithriatus Shalihah, sosiologi hukum merupakan bentuk ilmu pengetahuan yang menganalisis hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala lainnya terkait kehidupan sosial.

Sosiologi Keluarga

Dalam kehidupan sosial, keluarga adalah ruang terkecil masyarakat yang dihubungkan dengan tali darah. Dengan ini, sosiologi keluarga menawarkan pelajaran mengenai hubungan lembaga-lembaga yang memiliki kaitan dengan keluarga.

R.B. Soemanto dalam Pengertian dan Ruang Lingkup Sosiologi Keluarga (hlm.1.12) menerangkan, aspek sosiologi keluarga terkait fungsi dan pengaruh perubahan sosial terhadap keluarga.

Sosiologi Industri

Perkembangan industri memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Terkait ini, maka sosiologi yang mempelajari masyarakat mengkaji hubungan keduanya.

Dalam Pokok-Pokok Kajian Sosiologi Industri (2019:9-10) Hikmat menjabarkan, industri dan masyarakat memiliki keterkaitan yang menciptakan perubahan sosial. Misalnya, mata pencaharian berubah, maka kehidupan sosial akan mengikuti arusnya.

Sosiologi Pembangunan

Adon Nasrullah dalam Sosiologi Pembangunan (2016:2), sosiologi pembangunan berawal dari kegagalan program pembangunan atas sponsor AS ke negara berkembang.

Dimensi kajian tersebut akhirnya tercipta, seperti posisi negara miskin ketika berhubungan sosial dengan negara lain, karakter masyarakat yang mempengaruhi pembangunan, dan lain-lain.

Sosiologi Politik

Mempelajari aktivitas politik dengan menganalisis hubungan struktur sosial masyarakat, lembaga politik, dan negara. Ketiga pihak ini memiliki keterkaitan satu sama lain dalam kehidupan bernegara.

Suharno secara jelas dalam Diktat Kuliah Sosiologi Politik (hlm.3) menjelaskan, terdapat dua pengertian dari sosiologi politk, yakni sebagai ilmu tentang negara dan ilmu mengenai kekuasaan.

Sosiologi Pedesaan

Mengutip pendapat Galeski (1972) dalam Sosiologi Pedesaan (2012:3) karya Nora Susilawati, sosiologi pedesaan dideskripsikan sebagai studi terkait desa yang berperan dalam kegiatan pertanian dan kehidupan di dalamnya. Semua aspek yang hidup dalam pedesaan, mulai dari mata pencaharian, kebiasaan, aturan, akan dikaji melalui sosiologi pedesaan.

Sosiologi Perkotaan

Hampir sama dengan pedesaan, namun ruang lingkup kali ini adalah kota. Beni Ahmad Saebani memberikan pengantar dalam Sosiologi Perkotaan (2015:vii), segala peristiwa, keunikan, serta apapun yang menyangkut interaksi sosial dan kehidupan penduduk kota akan disajikan dalam sosiologi perkotaan.

Sosiologi Kesehatan

Dalam Sosiologi Kesehatan (2017:4) Dewi Rosmalia dan Yustiana Sriani menerangkan, sosiologi kesehatan berawal dari proyek kedokteran yang perlu pemahaman terkait faktor sosial yang mengakibatkan pola penyebaran penyakit.

Cabang ilmu ini akan menggunakan konsep dan metode sosiologi untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan memecahkan berbagai masalah yang menyangkut kesehatan.

Baca juga: Pembentukan Kepribadian Menurut Ilmu Sosiologi & Faktor Pengaruhnya

Manfaat Ilmu Sosiologi

Sosiologi memiliki peran besar dalam upaya-upaya menyelesaikan masalah sosial karena mempelajari tentang masyarakat. Berikut adalah kegunaan sosiologi untuk pemecah masalah sosial:

1. Menyajikan dan memberikan data-data kajian yang bersifat sosiologis kepada siapa saja yang membutuhkan. Misalnya studi etnografi.

2. Ikut menanggulangi masalah-masalah sosial yang ada, dengan dua metode yaitu:

  • Metode preventif, dilakukan dengan mengadakan penelitian yang mendalam terhadap gejala-gejala sosial. Misalnya membuat kajian tentang suatu masalah sosial yang ada di dalam masyarakat yang bisa dijadikan referensi bagi siapa saja yang akan membuat keputusan untuk menyelesaikan masalh tersebut sebelum masalah tersebut berkembang menjadi besar/parah.
  • Metode represif, adalah proses penanggulangan secara langsung terhadap masalah sosial yang sedang tumbuh dan dirasakan masyarakat. Misalnya memberikan saran konkret terhadap penyelesaian masalah sosial yang sedang terjadi.

Dikutip dari website Universitas Medan Area (UMA

) Fakultas Isipol, sosiologi merupakan mata kuliah yang memiliki banyak manfaat seperti memberikan pemahaman holistik dan pendekatan interdisipliner yaitu melihat bagaimana struktur sosial secara keseluruhan.

Selain itu, bisa membangun pengetahuan sekaligus penelitian sekaligus penelitian berbasis lapangan. Sosiologi juga memiliki keuntungan dalam mengembangkan keterampilan, baik itu secara individu maupun dalam sebuah kelompok.

Berdasarkan e-modul Sosiologi yang diterbitkan oleh Kemendikbud, sosiologi memiliki peran khususnya bagi masyarakat di daerah berkembang, yaitu:

  • Sosiolog sebagai ahli riset
Seperti ilmuan lainnya, para sosiolog berfokus pada pengumpulan dan penggunaan data, tujuannya adalah untuk mencari data kehidupan sosial masyarakat. Data tersebut akan diolah dan menjadi pemecah bagi setiap masalah-masalah sosial.

  • Sosiologi sebagai konsultan kebijakan
Prediksi sosiologi dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi. Artinya, kebijakan diambil dengan harapan menghasilkan pengaruh atau dampak yang diinginkan.

  • Sosiolog sebagai praktisi
Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat. Mereka memberi saran-saran, baik dalam penyelesaian berbagai masalah hubungan masyarakat, hubungan antar karyawan, masalah moral, maupun hubungan antar kelompok dalam organisasi.

  • Sosiolog sebagai guru atau pendidik
Dalam pendidikan, sosiologi berperan dalam mengajarkan dan mengembangkan ilmu di berbagai bidang serta memberikan contoh-contoh yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Baca juga:

Baca juga artikel terkait ILMU SOSIOLOGI atau tulisan menarik lainnya Yuda Prinada
(tirto.id - prd/dip)

Penulis: Yuda Prinada Editor: Dipna Videlia Putsanra Kontributor: Yuda Prinada

Jakarta -

Kegiatan masyarakat melahirkan gejala sosial. Gejala sosial adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di antara dan oleh manusia, baik secara individu maupun secara kelompok.

Gejala sosial dapat terjadi di mana saja, baik di perkotaan maupun pedesaan. Namun, di wilayah perkotaan, profesi lebih beragam daripada di pedesaan. Masyarakat di perkotaan pun cenderung heterogen, berbeda dengan di pedesaan yang lebih homogen.

Selain itu stratifikasi dan diferensiasi sosial di pedesaan lebih sederhana daripada di perkotaan.

Dalam buku Hafal Mahir Materi Sosiologi SMA/MA KELAS 11, 12, 13 oleh Santi Sari Dewi, M. Pd disebutkan macam-macam gejala sosial antara lain:

1. Gejala sosial religius, misalnya perayaan panen padi

2. Gejala sosial ekonomi, misalnya gejala menurunnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya pengangguran

3.Gejala sosial politik, misalnya terjadinya praktik politik uang untuk memenangkan pemilu

4. Gejala sosial hukum misalnya ketidaksiplinan pengendara sepeda motor di jalan raya


Contoh Gejala Sosial

Contoh gejala sosial antara lain kemiskinan, kejahatan, perang, kewirausahaan, dan persamaan gender.

Setiap gejala sosial menjadi dampak sekaligus penyebab dari gejala sosial yang lain. Misalnya keyakinan agama memengaruhi praktik ekonomi. Sedangkan kepentingan ekonomi menentukan teori politik.


Faktor Penyebab Gejala Sosial

1. Kultural, adanya pertumbuhan dan perkembangan suatu nilai di masyarakat.

2. Struktural, suatu keadaan yang memengaruhi suatu pola tertentu. Hubungan yang terjalin antara individu terhadap kelompok di lingkungan masyarakat.


Gejala Sosial Akibat Pengaruh Perubahan Sosial

Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam masyarakat, berkaitan dengan perilaku.

Perubahan yang dialami masyarakat dipicu:

a. Globalisasi

Globalisasi adalah sistem ekonomi dan budaya global menyebabkan manusia di seluruh dunia menjadi satu kesatuan masyarakat tunggal.

Adanya globalisasi memicu perubahan perilaku ataupun pola pikir.

b. Pola hidup kebarat-baratan (westernisasi)

Westernisasi adalah kecenderungan untuk menjadi sama dengan perilaku masyarakat barat. Westernisasi mengakibatkan lunturnya rasa nasionalisme, menghilangkan jati diri bangsa, serta dapat mematikan kreativitas seseorang akibat peniruan budaya barat secara berlebihan.

c. Pola hidup modernisasi

Modernisasi adalah proses pergeseran sikap, karakter dan perilaku masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia terkini.

d. Sikap mengutamakan kepentingan dunia (hedonisme)

Orang yang menganut paham hedonisme didominasi oleh perilaku hidup bersenang-senang setiap waktu. Perilaku ini menyebabkan orang yang mengindahkan norma sosial menolak untuk bekerja dan tidak memiliki etos kerja.

e. Sikap hidup boros (konsumerisme)

Konsumerisme adalah kegiatan pembelian barang konsumsi yang berlebihan. Hal itu untuk gaya hidup modern semata.

(nwy/pal)

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA