Apakah perbedaan dari pengawetan suhu rendah dan suhu tinggi?

Pengawetan Suhu Tinggi

Pengawetan suhu tinggi dilakukan dengan tujuan untuk membunuh mikroba didalam makanan. Pengawetan suhu tinggi terdiri dari 2 jenis yaitu:

  • Sterilisasi : Dilakukan pemanasan hingga 100 derajat celcius sehingga semua bakteri dan mikroba dalam makanan mati.
    • Contoh : Makanan kaleng seperti kornet, sarden, buah kaleng, dan lain-lain. 
    • Dilakukan sterilisasi agar makanan tahan lebih lama, tidak membentuk bahan beracun, tidak mengubah bentuk kemasan (kemasan menggembung), dan juga tidak merusak nama baik perusahaan karna kualitas produk yang kurang baik.

//food.detik.com/read/2013/08/20/160812/2335344/297/kornet-dan-kacang-polong-makanan-kalengan-paling-populer-di-indonesia

  • Pasteurisasi : Pemanasan yang dilakukan tidak mencapai 100 derajat celcius. Biasanya diatas 60 derajat celcius. Dilakukan demikian agar hanya mikroba patogen saja yang mati, namun mikroba yang bersifat baik tetap hidup.
    • Contoh : susu pasteurisasi. Susu yang dipasteurisasi akan lebih sehat karena mikroba yang bersifat baik tetap ada, akan tetapi kelemahan susu pasteurisasi adalah tidak tahan lama jika dibandingkan dengan susu yang di sterilisasi.

//missteen31.wordpress.com/2012/09/09/liputan-khusus-hari-susu-nusantara-2012-ipb/

Pengawetan Suhu Rendah

Pada pengawetan suhu rendah, mikroba tidak mati tetapi hanya inaktif. Pengawetan suhu rendah dilakukan dengan cara memasukkan makanan kedalam lemari pendingin atau lemari es.

You're Reading a Free Preview
Pages 7 to 15 are not shown in this preview.

HarikaBolisara @HarikaBolisara

November 2018 1 45 Report

^'apa perbedaan pengawetan suhu rendah dengan pengawetan suhu tinggi pada makanan?

waspbee 1)Pengawetan suhu tinggi(pengeringan) : pengeringan adalah suatu cara untukmenghilangkan sebagian air suatu bahan pangan dengan atau tanpa bantuan energi panas.Tujuan pengeringan adalah mengurangi kadar air bahan sampai batas dimana perkembangan mikroorganisme dan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan terhambat atau terhenti.
2) Pengawetan suhu rendah :
Penyimpanan bahan pangan pada suhu rendah dapat memperpanjang masa hidup jaringan-jaringan di dalam bahan pangan tersebut. Hal ini bukan hanya keaktifan proses metabolisme menurun, tetapi juga karena pertumbuhan mikroba penyebab kerusakan dapat diperlambat. Selain itu laju reaksi-reaksi kimia dan enzimatis juga diperlambat pada suhu rendah. Semakin rendah suhu semakin lambat proses tersebut.Cara pengawetan bahan pangan dengan penggunaan suhu rendah dibedakan menjadi dua, yaitu pendinginan (cooling) dan pembekuan (freezing).

12 votes Thanks 19

rezzah Suhu bukan pengawetannya

Recommend Questions

hikmah7340 May 2021 | 0 Replies

apa wae keng kudu digatekake yen arep nggawe tembang pangkur

jumtije11 May 2021 | 0 Replies

Manusia Salju tapi bukan Monster Punya Saudara tapi bukan Manusia 12 Warna tapi bukan Pelangi Bertopi putih tapi bukan chef Pilih Aku diantara saudara-saudaraku Ini teka-teki gak tau ini benda, makanan, atau pun minuman. Please bgt di jawab yah

khayla37 May 2021 | 0 Replies

tolong isi ini ya kalo ada caranya kasih caranya y

LindaDA3822 May 2021 | 0 Replies

yang dimaksud dengan batas ukur pada alat ukur analog adalah

try93 May 2021 | 0 Replies

dalam sebuah kendaraan mesin bensin komponen yg berfungsi untuk merubah energi panas menjadi energi gerak adalaha.pistonb.conecting rodc.crank shaftd.silinder blok

Miaakumalaa6684 May 2021 | 0 Replies

Hadist juga berfungsi terhadap al-quran adalah untuk menjelaskan penetapan suatu hukum disebut

birgitalyf19 May 2021 | 0 Replies

Tolong di jawab cepat y trims

novi6473 May 2021 | 0 Replies

tolong bantu jawab dong iya

nandanurul42 May 2021 | 0 Replies

tolong jawab sekrng ini filsafat

lexboyzgt May 2021 | 0 Replies

pada sebuah peta,4cm mewakili 360 km.skala peta tersebut adalah

179 Prakarya Pengawetan secara isik merupakan proses pengawetan secara alami, yang meliputi pengawetan dengan suhu rendah pendinginan, pengawetan dengan suhu tinggi pemanasan, dan pengeringan.

a. Pengawetan dengan Suhu Rendah

Sistem pengawetan dengan suhu rendah adalah memasukkan bahan pangan pada lemari pendingin. Dalam praktiknya, proses pengawetan dengan suhu rendah ini dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: pendinginan cooling dengan suhu antara -2 C sampai +10 C dan pembekuan freezing dengan suhu antara -12 C sampai -24 C. Sementara itu, pembekuan cepat quick freezing dilakukan pada suhu -24 C sampai -40 C. Tanaman pangan yang disimpan dalam pendinginan cooling jika penyimpanan dilakukan di tempat yang terlalu dingin maka akan mengalami kerusakan yang sering disebut chilling injury. Pendinginan dapat mengawetkan bahan pangan selama beberapa hari atau minggu. Pembekuan dapat mengawetkan bahan pangan untuk beberapa bulan atau kadang beberapa tahun. Prinsip pengawetan dengan pendinginan atau suhu rendah ditujukan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk dan tidak dapat membunuh bakteri, namun hanya menghambat aktivitasnya saja. Setelah bahan pangan dikeluarkan dari lemari pendingin, mikroorganisme dapat aktif kembali.

b. Pengawetan dengan Suhu Tinggi

Pengawetan dengan suhu tinggi dengan cara dipanaskan seringkali digunakan dalam memasak, misalnya merebus atau menggoreng suatu bahan makanan. Namun, seringkali kita tidak mengetahui batasan pemanasan yang dilakukan terhadap makanan. Jika pemanasannya tidak tepat, banyak nilai gizi hilang dari makanan yang dimasak tersebut. Pemanasan yang baik 180 Kelas VIII SMPMTs Semester I adalah secukupnya agar nilai gizi yang hilang tidak terlalu banyak. Dua faktor yang harus diperhatikan dalam pengawetan dengan suhu tinggi atau panas sebagai berikut. • Jumlah panas yang diberikan harus cukup untuk mematikan mikroba pembusuk dan mikroba patogen. • Jumlah panas yang digunakan tidak boleh menyebabkan penurunan gizi dan cita rasa makanan. Jumlah panas yang diberikan dalam proses pengolahan pangan tidak boleh lebih dari jumlah minimal panas yang dibutuhkan untuk membunuh mikroba tersebut. Dalam proses pemanasan, ada hubungan antara panas dan waktu, yaitu jika suhu yang digunakan rendah, maka waktu pemanasan harus lebih lama. Jika suhu tinggi, waktu pemanasan singkat. Berdasarkan penggunaan suhu, waktu, dan tujuan pe- manasan, proses pemanasan dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu proses pasteurisasi dan sterilisasi. 1 Sterilisasi Sterilisasi berarti mem- bebas kan bahan dari semua mikroba karena be be ra- pa spora bakteri relatif l e b i h t a h a n t e r h a d a p panas. Sterilisasi biasanya dilakukan pada suhu yang tinggi, misalnya 121 C 250 F selama 15 menit. Pada makanan dikenal istilah sterilisasi komersial. Sterilisasi komersial adalah sterilisasi yang biasanya dilakukan terhadap sebagian besar pangan di dalam kaleng atau botol. Makanan yang steril secara komersial berarti semua mikroba penyebab penyakit dan pembentuk racun toksin dalam makanan Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 5.11. Sterilisasi 181 Prakarya tersebut telah dimatikan, demikian juga semua mikroba pembusuk. Dengan demikian, produk pangan yang telah mengalami sterilisasi akan mempunyai daya awet yang tinggi yaitu beberapa bulan sampai beberapa tahun. Pengalenganpembotolan adalah suatu cara pengawetan bahan pangan yang dipak secara hermetis kedap terhadap udara, air, mikroba, dan benda asing lainnya dalam suatu wadah, yang kemudian disterilkan secara komersial untuk membunuh semua mikroba patogen penyebab penyakit dan pembusuk. Pengalengan secara hermetis memungkinkan makanan dapat terhindar dari kebusukan, perubahan kadar air, kerusakan akibat oksidasi, atau perubahan cita rasa. 2 Pasteurisasi Pasteurisasi adalah suatu proses pemanasan bahan pangan pada suhu di bawah titik didih air di bawah 100 C dengan tujuan untuk mengurangi populasi mikroorganisme pembusuk. Jadi, bahan pangan yang dipasteurisasi tersebut akan mempunyai daya awet beberapa hari misalnya produk susu pasteurisasi sampai beberapa bulan misalnya produk sari buah pasteurisasi. Walaupun proses ini hanya mampu membunuh sebagian populasi mikroorganisme, namun pasteurisasi ini sering diaplikasikan terutama jika dikhawatirkan bahwa penggunaan panas yang lebih tinggi akan menyebabkan terjadinya kerusakan mutu misalnya pada susu. Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 5.12. Pasteurisasi 182 Kelas VIII SMPMTs Semester I Tujuan utama proses pemanasan hanyalah untuk membunuh mikroorganisme patogen penyebab penyakit, misalnya pada susu atau inaktivasi menghentikan aktivitas enzim-enzim yang dapat merusak mutu misalnya pada sari buah. Makanan yang dipasteurisasi tidak dapat menye- babkan penyakit tetapi mempunyai masa simpan terbatas yang disebabkan mikroba nonpatogen dan pembusuk masih ada dan dapat berkembang biak. Oleh karena itu, pasteurisasi biasanya disertai dengan cara pengawetan lain, misalnya makanan yang dipasteurisasi kemudian disimpan dengan cara pendinginan di dalam lemari pendingin. 3 Blanching Blanching adalah proses perlakuan pemanasan awal yang biasanya dilaku- kan pada bahan nabati segar sebelum m e n g a l a m i p ro s e s p e m b e k u a n , penge ringan atau pengalengan. Blanching akan mematikan beberapa bakteri dan mendeaktivasi enzim yang menyebabkan pembusukan pada makanan. Blanching bermanfaat untuk mempermudah proses pengupasan kulit pada buah atau kacang-kacangan dan untuk menunjang tampilan warna dari beberapa sayuran terutama hijau sehingga kloroilnya tidak hilang dan tetap segar. Blanching biasanya dilakukan pada suhu 100 o C selama beberapa menit dengan cara perebusan dan pengukusan. Contoh proses blanching yaitu mencelupkan bahan pangan nabati di dalam air mendidih selama 3 sampai 5 menit atau mengukusnya selama 3 sampai 5 menit. Kemudian, Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 5.13 Blanching 183 Prakarya segera dilanjutkan proses pendinginan dengan cara dibenamkan ke dalam air es selama beberapa waktu. Biasanya lama waktu untuk proses pendinginan sama dengan lama waktu yang digunakan untuk blanching. Waktu pendinginan ini tidak boleh terlalu lama, karena dapat menyebabkan meningkatnya kehilangan komponen larut air lisis ke dalam air pendingin. Untuk meminimalkan kehilangan komponen larut air lisis ke dalam air pendingin, maka proses pendinginan dapat dilakukan dengan menggunakan udara dingin sebagai media pendinginnya. Pendinginan bertujuan untuk mencegah pelunakan jaringan yang berlebihan sekaligus dan sebagai proses pencucian setelah blanching. Setiap bahan pangan memiliki waktu proses blanching yang berbeda-beda untuk inaktivasi enzim, yaitu tergantung pada jenis bahan, metode blanching yang digunakan, ukuran bahan, dan suhu media pemanas yang digunakan. Info Metode pengawetan dengan cara pengalengan ditemukan oleh Nicholas Appert, seorang ilmuwan Prancis. Pengalengan makanan merupakan suatu cara pengawetan bahan makanan yang dikemas secara hermetis dan kemudian disterilkan. Pengemasan secara hermetis adalah penutupan kaleng yang sangat rapat sehingga tidak dapat ditembus oleh udara, air, kerusakan akibat oksidasi, ataupun perubahan cita rasa. Pengalengan hermetis hermetic menggunakan wadah berupa kaleng, gelas, atau aluminium.

c. Pengawetan dengan Pengeringan

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA